Penulis Berjasa Mendidik dan Menghibur Jutaan Anak-Anak
Oleh: Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
Jutaan anak-anak di dunia bisa bermimpi dan berbagi cerita tentang tokoh cerita yang telah mereka baca. Jutaan anak-anak di dunia bisa terhibur dan bisa berhenti menangis setelah ibu, ayah , nenek mereka menceritakan tokoh-tokoh hebat yang tidak cengeng dan jutaan anak-anak terdidik, berubah karakter jadi baik, gara-gara tokoh cerita yang mereka kagumi. Itulah berkah karena adanya penulis cerita anak anak yang bisa berjasa mendidik dan mendatangkan kedamaian ke hati mereka.
Anak-anak yang gemar dengan sastra (cerita anak-anak) lebih mengenal tokoh cerita daripada penulis cerita tersebut. Mereka lebih mengenal “kisah si kerudung merah dan Cinderella” dari pada penulisnya “Charles Perrault”, lebih mengenal cerita “Pinokio” dari pada penulisnya “Carlo Collodi”, cerita “Putri Salju” dari pada penulisnya “Hans Christian Andersen”, cerita “Harry Porter” dari penulisnya J.K Rowling, atau “Elisa di negeri ajaib” dari pada penulisnya Lewis Caroll. Pada umumnya cerita-cerita menarik tersebut banyak yang berasal dari daratan Eropa, seperti Ceko, Perancis, Jerman, Denmark, Italia, Swiss, Inggris, Irlandia, dan juga dari Amerika SErikat. Penyebabnya bisa jadi karena bahasa- bahasa Eropa menjadi bahasa Internasional seperti bahasa Inggris, Perancis, Jerman, dan Spanyol. Karya sastra anak anak pun menyebar melalui bahasa ini
Sekali lagi anak-anak sedunia begitu kagum dengan tokoh cerita-cerita yang telah disulap menjadi film film kartun yang lucu, menghibur dan mendidik. Kita juga perlu mengenal cerita tersebut namun juga perlu tahu siapa pengarangnya dan bagaimana latar belakang kehidupan mereka, agar kita juga bisa menimba pengalaman sukses mereka sebagai penulis hebat.
1) Putri Salju
Hans Christian Andersen lahir di Odense, Denmark (1805), ia penulis dan penyair yang paling terkenal berkat karya dongengnya. Ayah Andersen adalah tukang sepatu yang miskin dan buta huruf (namun rajin), dan ibunya adalah seorang binatu (buruh cuci). Walau dari keluarga miskin, namun sejak kecil Hans Christian Andersen sudah mengenal berbagai cerita dongeng, sang ibunya yang membuat H.C Andersen berkenalan dengan certa-cerita rakyat. Di kemudian hari, H.C. Andersen sempat melukiskan sosok sang ibu dalam berbagai novelnya.
Ayahnya juga seorang pencinta sastra, dan kerap mengajak Hans menonton pertunjukkan sandiwara (atau theater). Setiap Minggu ia membuatkan gambar-gambar dan membacakan certa-cerita dongeng untuk Andersen. Sikap dan pengalaman dari orang tua itulah yang membuat H.C. Andersen tertarik dengan dunia mainan, cerita, sandiwara termasuk karya sastra. Setelah ayahnya meninggal. H.C. Andersen yang belum lama mengenyam pendidikan formal, merasakan susahnya kehidupan. Akhirnya ia bekerja serabutan di antaranya pernah bekerja di sebuah pabrik, magang di sebuah penjahit dan bekerja sebagai penenun. Ia terpaksa memburuh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Anderson mencoba menjadi seorang penulis sandiwara. tetapi sayang, semua karyanya ditolak dimana-mana. Hans Andersen beruntung bisa bertemu dengan Raja Denmark, Frederik VI, karena ia cerdas dan gagah, Raja tertarik dengan penampilan Hans muda dan mengirimkannya untuk bersekolah (memberinya bea-siswa). Andersen melanjutkan studi ke Universitas Kopenhagen. Sambil kuliah, pada tahun 1828 Hans Christian menulis kisah perjalanan yang berjudul Fodreise fra Holmens Kanal Til Ostpynten af Amager (Berjalan kaki dari Kanal Holmen ke Titik Timur Amager).
Hans Christian Andersen pergi berkelana ke luar negeri selain Jerman. ke Perancis, Swedia, Spanyol, Portugal, Italia bahkan hingga Timur Tengah. Dari berbagai kunjungan itu melahirkan setumpuk kisah perjalanan. Ketika melawat ke Paris, Andersen bertemu dengan Victor Hugo, Alexandre Dumas, Heinrich Heine dan Balzac. Di tengah perjalanan panjang ini pula, ia sempat menyelesaikan penulisan "Agnette and the Merman".
Pada awal 1835, novel pertama Andersen terbit dan meraih sukses besar. Sebagai novelis, ia membuat terobosan lewat The Imrpvisator, karya yang ditulisnya pada tahun yang sama. Cerita yang mengambil setting Italia inimencerminkan kisah hidupnya sendiri; melukiskan upaya seorang bocah miskin masuk ke dalam lingkungan pergaulan masyarakat. Malah sampai akhir hayatnya, buku The Improvisatore inilah yang paling banyak dibaca orang banyak dibandingkan dengan karya karya Andersen yang lain. Sejak buku ini terbit, masa masa sulit Andersen mulai berubah. Sepanjang 1835, ia meluncurkan tujuh cerita dongeng yang disusun jauh hari sebelumnya.
Kendati novel-novelnya mendapat sambutan besar, nama Hans Christian Andersen di dunia justru menjulang sebagai penulis dongeng anak-anak. Pada 1835, ia meluncurkan cerita anak-anak Tales for Children dalam bentuk buku saku berharga murah. Lalu kumpulan cerita bertajuk Fairy Tales and Story digarapnya dalam kurun 1836-1872.
Dua dari cerita dongengnya yang amat kesohor, The Little Mermaid dan The Emperor's New Clothes, diterbitkan dalam kumpulan cerita pada 1837. Tujuh dongengnya yang lain: Little Ugly Duckling, The Tinderbox, Little Claus and Big Claus, Princess and the Pea, The Snow Queen, The Nightingale dan The Steadfast Tin Soldier, juga dikenal di berbagai belahan dunia sebagai cerita yang kerap didongengkan pada anak-anak.
Bisa dilihat dari kisah dongeng The Emperor's new Clothes. Pesan bahwa keserakahan itu tidak baik disampaikan Andersen lewat parodi raja lalim yang cukup menggelikan itu. Salah satu ciri lain yang menonjol dalam cerita dongeng Andersen adalah hadirnya kaum papa dan mereka yang tidak beruntung dalam hidup, namun juga punya semangat juang untuk hidup.
2) Pinokio
Carlo Collodi (nama pena dari Carlo Lorenzini) adalah pengarang dari dongeng anak-anak yang sangat terkenal berjudul Pinokio. Dongeng Pinokia merupakan suatu cerita edukatif tentang boneka kayu yang berubah menjadi anak laki-laki bernama Pinokio karena bantuan peri. Pinokio memiliki petualangan yang merubahnya dari anak yang nakal dan suka berbohong menjadi anak yang baik dan patuh pada orang tua. Selain menjadi pengarang dongeng, dia juga dikenal sebagai penulis artikel di surat kabar, buku, dan novel.
Carlo Collodi merupakan anak pertama dari 10 bersaudara dengan orang tua bernama Domenico Lorenzini, seorang juru masak, dan Angela Orzali, seorang penjahit. Masa kecilnya dihabiskan di desa, menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan dikirim ke seminari selama 5 tahun. Setelah lulus dari seminari, dia bekerja menjadi penjual buku. Ketika pergerakan unifikasi atau persatuan Italia mulai penyebar, Collodi yang berusia 22 tahun menjadi jurnalis yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Italia.
Semasa hidupnya, Collodi menulis komedi, koran, dan juga berbagai ulasan. Ketika Italia menjadi negara persatuan, Collodi berhenti dari dunia jurnalisme dan setelah tahun 1870 menjadi editor naskah teater dan editor majalah. Kemudian Collodi beralih ke dunia fantasi anak-anak dan menerjemahkan dongeng karya penulis Perancis, Charles Perrault, ke dalam bahasa Italia. Sejak saat itu, Collodi banyak menghasilkan berbagai karya, terutama cerita anak-anak yang sukses dan disukai oleh masyarakat.
3) The Tale of Peter Rabbit
Helen Beatrix Potter adalah seorang pengarang dan ilustrator, botanis dan konservasionis berkebangsaan Inggris. Ia terkenal karena buku ceritanya, yang menampilkan tokoh hewan seperti Peter Rabbit. Ia dilahirkan di Kensington, London pada tanggal 28 Juli 1866. Ia dididik dan belajar di rumah, sehingga ia mempunyai sedikit kesempatan untuk berkumpul bersama teman-teman sebayanya. Bahkan adik laki-laki Potter, Bertram, sangat jarang berada di rumah; dia disekolahkan di sekolah asrama, sehingga Beatrix hanya sendirian bersama hewan peliharaannya. Ia mempunyai katak dan kadal, dan bahkan kelelawar. Ia juga pernah memiliki dua ekor kelinci. Kelinci pertamanya adalah Benjamin, yang ia gambarkan sebagai "benda kecil yang bermuka tebal dan kurang ajar", sedangkan kelinci keduanya adalah Peter, yang selalu dibawanya ke manapun ia pergi bahkan di dalam kereta api. Potter sering memperhatikan hewan-hewan ini selama berjam-jam dan membuat sketsa mereka. Sedikit demi sedikit, sketsa yang dibuatnya semakin baik, membuat bakatnya berkembang sejak usia dini.
Ketika Potter beranjak dewasa, orang tuanya menunjuknya sebagai pengurus rumah dan mengurangi pengembangan intelektualnya, mengharuskannya untuk mengurusi rumah. Sejak umur 15 tahun sampai sekitar umur 30 tahun, ia mencatat kehidupan kesehariannya di sebuah jurnal, menggunakan kode rahasia (yang tidak terdekripsi sampai beberapa dekade setelah kematiannya).
Hal yang mendasari kebanyakan proyek dan ceritanya adalah hewan-hewan kecil yang menyelundup ke dalam rumah atau yang ia amati ketika liburan keluarga di Skotlandia dan Distrik Lake. Dia didorong untuk mempublikasi cerita The Tale of Peter Rabbit, dan ia pun berjuang untuk mencari penerbit sampai ia akhirnya diterima saat berumur 36 tahun pada 1902. Buku kecilnya dan karya-karyanya yang lain diterima masyarakat dengan baik dan ia memperoleh pendapatan dari penjualan karyanya tersebut.
4) Harry Porter
Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling dilahirkan tahun 1965 di Chipping Sodbury, dekat Bristol, Inggris. Sebagai seorang ibu tunggal yang tinggal di Edinburgh, Skotlandia, Rowling menjadi sorotan kesusasteraan internasional pada tahun 1999 saat tiga seri pertama novel remaja Harry Potter mengambil alih tiga tempat teratas dalam daftar New York Times best-seller setelah memperoleh kemenangan yang sama di Britania Raya.
Lulusan Universitas Exeter, Rowling berpindah ke Portugal pada tahun 1990 untuk mengajar Bahasa Inggris. Di sana dia berjumpa dan menikah dengan seorang wartawan Portugis. Anak perempuan mereka, Jessica dilahirkan pada tahun 1993. Selepas perkawinannya berakhir dengan perceraian, Rowling menghadapi masalah untuk menghidupi diri dan anaknya. Semasa hidup dalam kesusahan itu, Rowling mulai menulis sebuah buku. Dikatakan bahwa Rowling mendapat ide tentang penulisan buku itu sewaktu dalam perjalanan menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990.
Menjadi penulis besar, apalagi penulis kaliber dunia, tidak mudah. Tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk menjadi penulis besar butuh perjuangan dan persiapan diri. Mereka yang menjadi penulis besar selalu belajar dari pengalaman dan hasil karya pendahulu mereka. Tidak perlu mencari alas an, “wah bagaimana aku akan menjadi penulis besar, orang tua ku saja susah dan melarat”. Christian Andersen si penulis dongeng anak-anak yang hebat (Cinderella) juga punya orang tua yang melarat. Namun factor dukungan orang tua juga menentukan, bahwa sangat perlu setiap rumah juga menyediakan koleksi cerita dan sastra (novel dan biografi) untuk konsumsi anggota keluarga. Carlo Collodi, penulis Pinokio, juga berasal dari orang tua yang hidup susah-ayahnya cuma buruh masak (juru masak) dan ibunya buruh cuci (tukang cuci) dan ia sendiri juga tidak terbiasa bermalas-malas dan juga mencari kegiatan untuk menghidupi diri, maka jadi kayalah pengalaman emosionalnya.
Menjadi besar bukan berarti hidup cengeng (suka mengeluh) sebagaimana Andersen juga melakukan kerja serabutan dan sempat menjadi buruh untuk memenuhi kebutuhan hidup. Adalah isapan jempol bagi mereka yang cuma betah nongol di rumah untuk bisa menjadi hebat, untuk itu perlu melakukan penjelajahan- mengunjungi banyak tempat, berkenalan dan berdialog dengan banyak orang- mencari ribuan pengalaman hidup untuk menjadi bahan cerita.
Menjadi penulis juga perlu banyak berlatih. Sebelum menjadi hebat seorang penulis tentuh telah menulis (berlatih) ribuan helai kertas dan menghabiskan lusinan tinta. Begitu karyanya selesai- apakah puisi, cerpen, cerbung (cerita bersambung), biografi atau novel, dikirim ke penerbit bukan langsung diterima (diterbitkan). Seringkali karya-karya mereka buat pertama kalinya ditolak, namun mereka tentu tidak mengenal kata “patah hati” apalagi frustasi dan berhenti menulis.
Sebelum mengakhiri tulisan ini, penulis ingin pula memaparkan tentang rahasia pengajaran sastra yang menyenang seperti yang tertulis pada dinding Rumah Puisi- yang didirikan oleh Sastrawan Taufiq Ismail- berlokasi di Nagari Aie Angek, Kecamatan Sepuluh Koto, Padang Panjang. Bahwa cara pandang pengajaran sastra harus asyik, nikmat, gembira dan mencerahkan. Siswa harus membaca langsung karya sastra, dan perpustakaan sekolah musti punya koleksi buku-buku sastra yang menarik, kemudian kelas mengarang perlu menyenangkan dan selalu dikembangkan. Dan terakhir suasana belajar musti menyenangkan- bebas dari suasana mengkritik apalagi penuh tekanan.
Bank soal DAN Tulisan seputar Sains dan Fisika Dalam Blog ini Juga ada beberapa Artikel pilihan
Minggu, 23 Mei 2010
Jumat, 21 Mei 2010
Menjemput Medali Sampai Ke Azerbaijan
Hallo Ambo si Anto, istri Ambo urang Bengkulen
Menjemput Medali Sampai Ke Azerbaijan
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
marjohanusman@yahoo.com
Dalam tahun 2009 Kota Batusangkar sempat menjadi kota yang terkenal di kalangan akademis guru dan pelajar Sumatera Barat. Itu bukan karena di sana ada Istano Pagaruyung atau karena alamnya indah, tetapi karena prestasi yang sempat diukir oleh Elza Hidayati, pelajar SMP Negeri 5 Batusangkar dalam memperoleh medali IJSO (International Junior Science Olimpide). Elza Hidayati bisa menjadi gadis yang fenomenal, di saat sebagian remaja lain menghabiskan waktu dengan berhura-hura, bermanja-manja, maka Elza melakukan terobosan-bekerja dan belajar dengan bersungguh-sungguh untuk menyonsong masa depan, memajukan diri dan sekaligus memajukan bangsa ini.
Elza lahir dari pasangan Laili Syofiaturahmah dan Edi Purwanto, karyawan dari perusahaan Global Mapindo di Pakan Baru. Ia anak pertama. Sebagaimana lazimnya anak pertama, diharapkan menjadi anak teladan buat adik-adiknya. Elza beruntung dibesarkan oleh orang tua yang terdidik dan punya wawasan ke depan. Ibunya adalah sarjana lulusan IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan ayahnya sarjana lulusan Universitas Malang.
“Bagaimana masa kecilmu, Elza ?”. Ia dilahirkan tanggal 16 Desember 1995, di Pematang Siantar, Sumatra Utara. Kemudian karena tuntutan karir, orang tuanya hijrah ke Batusangkar dan Elza kecil belajar di TK Aisyiyah Batusangkar dan setelah itu di SD Negeri 06 Kampung Baru, Batusangkar. Pendidikan lanjutannya adalah di SMPN 5 Batusangkar, prestasi yang ia peroleh pada IJSO memberi berkah beasiswa baginya untuk melanjutkan studi ke SMA Kharisma Bangsa internasional, boarding school dengan program bilingual, yang berlokasi di Tanggerang. .
“Bagaimana karaktermu saat masih kecil ?”. Saat masih kecil, Elza adalah anak yang baik dan suka membaca. Minat membaca tumbuh karena ibu dan ayahnya sendiri juga suka membaca majalah dan buku-buku untuk menambah wawasan. Elza membaca majalah Gatra dan Femina, dan juga membaca buku cerita anak-anak. Orang tua kalau menginginkan keluarga yang cerdas juga harus memiliki perpustakaan keluarga, membaca majalah dan buku bersama dengan anak-anak.
Sukses Elza dalam memperoleh prestasi akademik di sekolah adalah karena peran mama, karena papanya bekerja jauh di Provinsi Riau. Peran mamanya adalah dalam bentuk pemberian motivasi, menemaninya dalam belajar, mencari bahan literature dan jadi teman berdiskusi. Mamanya adalah wanita penyabar, jarang marah dan tidak cerewet. Orang tua yang cerewet, mengomel tiap saat, membuat anak bosan dan menutup telinganya setiap kali mengomel.
“Bagaimana pengalaman mu saat di Sekolah Dasar ?”. Ketika di SD Elza jadi anak yang biasa-biasa saja, ia juga nakal, suka berantem atau menganggu adiknya. ia juga menyukai permainan PS (play station) di rumah. Saat bersekolah di SD, Elza mulai menunjukan minat belajar yang tinggi. Sekolahnya pernah mengutusnya untuk mengikuti OSN (Olimpiade Sains Nasional) untuk tingkat Kabupaten, namun gagal untuk tingkat propinsi, “wah Elza sempat sedih dan menangis, namun bangkit lagi”.
Mata pelajaran sains meliputi “kimia, fisika dan biologi”. Elza belum mengerti cabang ilmu mana yang ia sukai lebih banyak. Ketika kelas 7, di SMP, tidak sengaja Elza mengikuti lomba bidang studi Biologi di Universitas Negeri Padang (UNP). Namun ia hanya bisa masuk ke peringkat semi final, “mungkit saat itu saya masih kecil dan masih kelas 7”, kata Elza membela diri. Elza juga pernah mengikuti lomba bidang studi Fisika dan Matematika di UNP, malah hasilnya lebih jelek lagi. Sehingga Elza tahu bahwa bakatnya adalah pada bidang Biologi, dan memutuskan untuk lebih menekuni Biologi.
“Bagaimana kiat belajarmu, Elza ?”. Elza belajar seperti anak anak lain, belajar jadi enak kalau suasana hati (mood) cukup bagus dan ia juga suka menonton TV. Namun kemudian TV rusak dan tidak diperbaiki, “kita tidak usah pakai TV lagi”, kata mama Elza, sehingga Elza punya waktu lebih banyak untuk belajar. Ia juga menyukai internet untuk chatting atau mengontak teman lewat friendster, facebook atau membaca kartun. Internetannya hanya di rumah saja lewat modem pada laptop.
“Jadi bidang studi favoritmu adalah Biologi..!”. Elza semakin menekuni Biologi. Ia memperoleh respond dan dukungan dari orang-orang seputar hidupnya. Mamanya memberi motivasi, menemani saat belajar dan menyediakan fasilitas buku yang dibutuhkan. Guru-gurunya di SMPN 5 Batusangkar memberi dukungan (motivasi) dan melatihnya dalam menguasai materi. Juga dosen UNP dan UNAND dalam melatih materi sekama training.
Perjalanan prestasi dalam bidang studi Biologi, saat kelas 7 di SMP, Elza mengikuti lomba Biologi di UNP dan ia masuk peringkat semi final. Ia juga mengikutim lomba OSN tingkat Kabupaten Tanah Datar. Selanjutnya Elza mengikuti OSN tingkat propinsi dan ia mengetahui peringkat passing grade- nya, yaitu peringkat 17 untuk propinsi Sumatra Barat dan peringkat 52 untuk tingkat nasional. Ada satu peningkatan, saat Elza di kelas 8 SMP, ia mengikuti OSN di Makasar dan Elza memperoleh peringkat 4 secara nasional.
Tip dan trick Elza sehingga bisa memperoleh peringkat OSN yang bagus yaitu “memiliki motivasi yang tinggi dan memahami materi pelajaran”. Kemudian strategi Elza agar tidak menjadi orang yang sombong atas prestasi yang diraih “lupakan prestasi yang sudah diraih”.
Ternyata dalam menguasai ilmu dan meraih sukses maka bahasa Inggris sangat membantu. “Bagaima strategi kamu dalam belajar Bahasa Inggris ?”. Elza mengenal kata-kata Bahasa Inggris sejak usia 4 tahun. Papanya memperkenalkan bahasa Inggris dan membelikan kamus dan buku bahasa Inggris untuk anak-anak. Mereka juga menonton bareng film kartun dan film lain dalam bahasa Inggris lewat TV atau VCD player.
Setelah mengenal banyak kata-kata dan tata bahasa Inggris di SD dan SMP, maka Elza membaca novel atau cerita ringan dalam bahasa Inggris, ia menggunakan kamus untuk memahami kata-kata yang sulit. Sementara untuk meningkatkan listening bahasa Inggris, ia mendengar lagu-lagu / kaset bahasa Inggris.
“Bagaimana karaktermu dalam belajar di sekolah ?”. Elza terbiasa belajar serius tapi juga agak santai, maksudnya ia belajar dengan suasana rileks namun selalu menjaga perhatian pada guru. Ia mengulang-ulang pelajaran/ latihan agar selalu ingat dengan konsep. Resep dalam berteman, Elza lebih dulu memulai persahabatan (tidak menunggu) dan suka beradaptasi lebih dulu dari pada menunggu.
Untuk bacaan, ia menyukai novel detektif, komik dan buku agama/filsafat. Untuk game, ia menyukai game strategi seperti emperor, dan petualangan. Ia juga belajar gitar, menguasai kunci dasar dengan ayahnya. Lagu dasar untuk belajar gitar adalah seperti naik-naik kepuncak gunung, juga “welcome to my life” dari album Zombie.
Berprestasi dalam bidang akademi bukan berarti harus kuper atau kurang pergaulan dan tidak bisa mengurus rumah. Ternyata Elza punya banyak teman, teman perempuan dan teman laki-laki. Dari teman laki-laki ia cenderung memperoleh solusi dan dari teman perempuan ia memperoleh simpati, ia curhat (sharing) dengan orang tua. Ia juga jago dalam memasak. Ia bisa mencuci pakaian, merapikan rumah dan memasak hal-hal sederhana: seperti memasak nasi goreng, menggoreng telur dan memasak sayur. Keterampilan ini cukup membantu bila ada aktifitas berkemah atau camping.
Saat Elza mengikuti OSN di Makasar dan memperoleh peringkat 4 untuk tingkat Indonesia, ia melihat bahwa pendidikan di Sumatra Barat sedikit tertinggal dari Propinsi yang lebih maju di pulau Jawa yaitu dari segi semangat, dan motivasi belajar siswanya, juga pelatihan yang kurang intensive.
Elza juga menceritakan perjalanan akademis menuju IJSO (Internastional Junior Science Olimpiade) di Azerbaijan. Mula-mula ia mengikuti seleksi IJSO tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten. Kemudian ia terus mengikuti seleksi tingkat nasional, utusan dari propinsi Sumatra Barat.
Untuk seleksi tahap pertama di Bandung yang diikuti oleh 45 orang , ia terpilih satu dari 6 orang untuk tingkat nasional. Ia (Elza Hidayati, dari Batusangkar), Dewi Surya (Pontianak), Yahya (Malang), Maria (Malang), Pertina (Wonogiri) dan Ivan (purwokerto). Untuk tahap dua, seleksi atau pemantapan penguasaan materi dilakukan di ruko Alamanda (Bandung). Di sana ada enam orang siswa yang terpilih, mereka diberi pelatihan intensive tentang IJSO yang materinya tidak hanya biologi, tetapi juga materi fisika, kimia dan biologi. Mereka dilatih selama 6 bulan, mereka berteman dan sekaligus juga berkompetisi. Dan setelah mengikuti pelatihan selama 6 bulan maka mereka bersiap-siap menuju IJSO di Azerbaijan. Selama di base-camp (Alamanda) mereka juga mendalami Bahasa Inggris, khusus untuk percakapan bahasa In ggris, setiap hari Minggu. Mereka bersiap-siap menuju kota Baku, ibu kota, Azerbaijan. Menyiapkan passport, visa, baju winter, dan souvenir yang praktis untuk dibawa termasuk coin dan uang Indonesia.
Azerbaijan adalah Negara yang baru merdeka (1995). Ibu kotanya Baku, kotanya kecil seperti Bukittinggi. Kotanya sejuk, bersih dan terawatt. Untuk kompetisi IJSO tingkat dunia, Elza sangat waspada dengan peserta dari Taiwan, Hongkong, Rusia, Thailand, Korea Selatan dan Jerman, karena siswanya lebih semangat dan cerdas. Elza terbang dengan pesawat Lufthansa dari Jakarta, transit di Singapura dan terus menuju Frankfurt, terbang selama 10 jam. Transit lagi di Frankfurt dan bergabung dengan tim dari Brazil, Argentina dan Zimbabwe, kemudian terbang lagi menuju Azerbaijan.
Di hotel Crescence, Elza bertemu dengan utusan dari berbagai Negara dengan berbagai karakter. Karakter anak Indonesia di mata Elza adalah ceria dan anak dari negara lain berkarakter serius. Anak-anak dari negara maju punya hobi membaca, tas mereka penuh dengan buku dan kemana-mana selalu membawa buku. Di akhir seleksi IJSO di Azerbaijan, Elza pun ikut memperoleh medali.
Liku-liku perjalanan Elza menuju Azerbaijan untuk memperoleh medali perlu diteladani (ditiru). Setiap remaja yang ingin meraih sukses, tidak hanya dalam bidang OSN atau IJSO, tapi juga dalam bidang lain perlu memiliki kepintaran berganda, mereka harus senang belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Gemar membaca dan mendalami materi pelajaran. Memiliki banyak teman dan bisa membantu diri- pintar mengurus rumah. Mereka juga senang olah raga, beribadah dan senang dengan musik. Belajar dan bekerja dengan tekun adalah strategi yang tepat untuk menghadapi masa depan. Sungguh pengalaman adalah guru yang terbaik dan pengalaman orang pun bisa jadi guru bagi kita.
Menjemput Medali Sampai Ke Azerbaijan
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
marjohanusman@yahoo.com
Dalam tahun 2009 Kota Batusangkar sempat menjadi kota yang terkenal di kalangan akademis guru dan pelajar Sumatera Barat. Itu bukan karena di sana ada Istano Pagaruyung atau karena alamnya indah, tetapi karena prestasi yang sempat diukir oleh Elza Hidayati, pelajar SMP Negeri 5 Batusangkar dalam memperoleh medali IJSO (International Junior Science Olimpide). Elza Hidayati bisa menjadi gadis yang fenomenal, di saat sebagian remaja lain menghabiskan waktu dengan berhura-hura, bermanja-manja, maka Elza melakukan terobosan-bekerja dan belajar dengan bersungguh-sungguh untuk menyonsong masa depan, memajukan diri dan sekaligus memajukan bangsa ini.
Elza lahir dari pasangan Laili Syofiaturahmah dan Edi Purwanto, karyawan dari perusahaan Global Mapindo di Pakan Baru. Ia anak pertama. Sebagaimana lazimnya anak pertama, diharapkan menjadi anak teladan buat adik-adiknya. Elza beruntung dibesarkan oleh orang tua yang terdidik dan punya wawasan ke depan. Ibunya adalah sarjana lulusan IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan ayahnya sarjana lulusan Universitas Malang.
“Bagaimana masa kecilmu, Elza ?”. Ia dilahirkan tanggal 16 Desember 1995, di Pematang Siantar, Sumatra Utara. Kemudian karena tuntutan karir, orang tuanya hijrah ke Batusangkar dan Elza kecil belajar di TK Aisyiyah Batusangkar dan setelah itu di SD Negeri 06 Kampung Baru, Batusangkar. Pendidikan lanjutannya adalah di SMPN 5 Batusangkar, prestasi yang ia peroleh pada IJSO memberi berkah beasiswa baginya untuk melanjutkan studi ke SMA Kharisma Bangsa internasional, boarding school dengan program bilingual, yang berlokasi di Tanggerang. .
“Bagaimana karaktermu saat masih kecil ?”. Saat masih kecil, Elza adalah anak yang baik dan suka membaca. Minat membaca tumbuh karena ibu dan ayahnya sendiri juga suka membaca majalah dan buku-buku untuk menambah wawasan. Elza membaca majalah Gatra dan Femina, dan juga membaca buku cerita anak-anak. Orang tua kalau menginginkan keluarga yang cerdas juga harus memiliki perpustakaan keluarga, membaca majalah dan buku bersama dengan anak-anak.
Sukses Elza dalam memperoleh prestasi akademik di sekolah adalah karena peran mama, karena papanya bekerja jauh di Provinsi Riau. Peran mamanya adalah dalam bentuk pemberian motivasi, menemaninya dalam belajar, mencari bahan literature dan jadi teman berdiskusi. Mamanya adalah wanita penyabar, jarang marah dan tidak cerewet. Orang tua yang cerewet, mengomel tiap saat, membuat anak bosan dan menutup telinganya setiap kali mengomel.
“Bagaimana pengalaman mu saat di Sekolah Dasar ?”. Ketika di SD Elza jadi anak yang biasa-biasa saja, ia juga nakal, suka berantem atau menganggu adiknya. ia juga menyukai permainan PS (play station) di rumah. Saat bersekolah di SD, Elza mulai menunjukan minat belajar yang tinggi. Sekolahnya pernah mengutusnya untuk mengikuti OSN (Olimpiade Sains Nasional) untuk tingkat Kabupaten, namun gagal untuk tingkat propinsi, “wah Elza sempat sedih dan menangis, namun bangkit lagi”.
Mata pelajaran sains meliputi “kimia, fisika dan biologi”. Elza belum mengerti cabang ilmu mana yang ia sukai lebih banyak. Ketika kelas 7, di SMP, tidak sengaja Elza mengikuti lomba bidang studi Biologi di Universitas Negeri Padang (UNP). Namun ia hanya bisa masuk ke peringkat semi final, “mungkit saat itu saya masih kecil dan masih kelas 7”, kata Elza membela diri. Elza juga pernah mengikuti lomba bidang studi Fisika dan Matematika di UNP, malah hasilnya lebih jelek lagi. Sehingga Elza tahu bahwa bakatnya adalah pada bidang Biologi, dan memutuskan untuk lebih menekuni Biologi.
“Bagaimana kiat belajarmu, Elza ?”. Elza belajar seperti anak anak lain, belajar jadi enak kalau suasana hati (mood) cukup bagus dan ia juga suka menonton TV. Namun kemudian TV rusak dan tidak diperbaiki, “kita tidak usah pakai TV lagi”, kata mama Elza, sehingga Elza punya waktu lebih banyak untuk belajar. Ia juga menyukai internet untuk chatting atau mengontak teman lewat friendster, facebook atau membaca kartun. Internetannya hanya di rumah saja lewat modem pada laptop.
“Jadi bidang studi favoritmu adalah Biologi..!”. Elza semakin menekuni Biologi. Ia memperoleh respond dan dukungan dari orang-orang seputar hidupnya. Mamanya memberi motivasi, menemani saat belajar dan menyediakan fasilitas buku yang dibutuhkan. Guru-gurunya di SMPN 5 Batusangkar memberi dukungan (motivasi) dan melatihnya dalam menguasai materi. Juga dosen UNP dan UNAND dalam melatih materi sekama training.
Perjalanan prestasi dalam bidang studi Biologi, saat kelas 7 di SMP, Elza mengikuti lomba Biologi di UNP dan ia masuk peringkat semi final. Ia juga mengikutim lomba OSN tingkat Kabupaten Tanah Datar. Selanjutnya Elza mengikuti OSN tingkat propinsi dan ia mengetahui peringkat passing grade- nya, yaitu peringkat 17 untuk propinsi Sumatra Barat dan peringkat 52 untuk tingkat nasional. Ada satu peningkatan, saat Elza di kelas 8 SMP, ia mengikuti OSN di Makasar dan Elza memperoleh peringkat 4 secara nasional.
Tip dan trick Elza sehingga bisa memperoleh peringkat OSN yang bagus yaitu “memiliki motivasi yang tinggi dan memahami materi pelajaran”. Kemudian strategi Elza agar tidak menjadi orang yang sombong atas prestasi yang diraih “lupakan prestasi yang sudah diraih”.
Ternyata dalam menguasai ilmu dan meraih sukses maka bahasa Inggris sangat membantu. “Bagaima strategi kamu dalam belajar Bahasa Inggris ?”. Elza mengenal kata-kata Bahasa Inggris sejak usia 4 tahun. Papanya memperkenalkan bahasa Inggris dan membelikan kamus dan buku bahasa Inggris untuk anak-anak. Mereka juga menonton bareng film kartun dan film lain dalam bahasa Inggris lewat TV atau VCD player.
Setelah mengenal banyak kata-kata dan tata bahasa Inggris di SD dan SMP, maka Elza membaca novel atau cerita ringan dalam bahasa Inggris, ia menggunakan kamus untuk memahami kata-kata yang sulit. Sementara untuk meningkatkan listening bahasa Inggris, ia mendengar lagu-lagu / kaset bahasa Inggris.
“Bagaimana karaktermu dalam belajar di sekolah ?”. Elza terbiasa belajar serius tapi juga agak santai, maksudnya ia belajar dengan suasana rileks namun selalu menjaga perhatian pada guru. Ia mengulang-ulang pelajaran/ latihan agar selalu ingat dengan konsep. Resep dalam berteman, Elza lebih dulu memulai persahabatan (tidak menunggu) dan suka beradaptasi lebih dulu dari pada menunggu.
Untuk bacaan, ia menyukai novel detektif, komik dan buku agama/filsafat. Untuk game, ia menyukai game strategi seperti emperor, dan petualangan. Ia juga belajar gitar, menguasai kunci dasar dengan ayahnya. Lagu dasar untuk belajar gitar adalah seperti naik-naik kepuncak gunung, juga “welcome to my life” dari album Zombie.
Berprestasi dalam bidang akademi bukan berarti harus kuper atau kurang pergaulan dan tidak bisa mengurus rumah. Ternyata Elza punya banyak teman, teman perempuan dan teman laki-laki. Dari teman laki-laki ia cenderung memperoleh solusi dan dari teman perempuan ia memperoleh simpati, ia curhat (sharing) dengan orang tua. Ia juga jago dalam memasak. Ia bisa mencuci pakaian, merapikan rumah dan memasak hal-hal sederhana: seperti memasak nasi goreng, menggoreng telur dan memasak sayur. Keterampilan ini cukup membantu bila ada aktifitas berkemah atau camping.
Saat Elza mengikuti OSN di Makasar dan memperoleh peringkat 4 untuk tingkat Indonesia, ia melihat bahwa pendidikan di Sumatra Barat sedikit tertinggal dari Propinsi yang lebih maju di pulau Jawa yaitu dari segi semangat, dan motivasi belajar siswanya, juga pelatihan yang kurang intensive.
Elza juga menceritakan perjalanan akademis menuju IJSO (Internastional Junior Science Olimpiade) di Azerbaijan. Mula-mula ia mengikuti seleksi IJSO tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten. Kemudian ia terus mengikuti seleksi tingkat nasional, utusan dari propinsi Sumatra Barat.
Untuk seleksi tahap pertama di Bandung yang diikuti oleh 45 orang , ia terpilih satu dari 6 orang untuk tingkat nasional. Ia (Elza Hidayati, dari Batusangkar), Dewi Surya (Pontianak), Yahya (Malang), Maria (Malang), Pertina (Wonogiri) dan Ivan (purwokerto). Untuk tahap dua, seleksi atau pemantapan penguasaan materi dilakukan di ruko Alamanda (Bandung). Di sana ada enam orang siswa yang terpilih, mereka diberi pelatihan intensive tentang IJSO yang materinya tidak hanya biologi, tetapi juga materi fisika, kimia dan biologi. Mereka dilatih selama 6 bulan, mereka berteman dan sekaligus juga berkompetisi. Dan setelah mengikuti pelatihan selama 6 bulan maka mereka bersiap-siap menuju IJSO di Azerbaijan. Selama di base-camp (Alamanda) mereka juga mendalami Bahasa Inggris, khusus untuk percakapan bahasa In ggris, setiap hari Minggu. Mereka bersiap-siap menuju kota Baku, ibu kota, Azerbaijan. Menyiapkan passport, visa, baju winter, dan souvenir yang praktis untuk dibawa termasuk coin dan uang Indonesia.
Azerbaijan adalah Negara yang baru merdeka (1995). Ibu kotanya Baku, kotanya kecil seperti Bukittinggi. Kotanya sejuk, bersih dan terawatt. Untuk kompetisi IJSO tingkat dunia, Elza sangat waspada dengan peserta dari Taiwan, Hongkong, Rusia, Thailand, Korea Selatan dan Jerman, karena siswanya lebih semangat dan cerdas. Elza terbang dengan pesawat Lufthansa dari Jakarta, transit di Singapura dan terus menuju Frankfurt, terbang selama 10 jam. Transit lagi di Frankfurt dan bergabung dengan tim dari Brazil, Argentina dan Zimbabwe, kemudian terbang lagi menuju Azerbaijan.
Di hotel Crescence, Elza bertemu dengan utusan dari berbagai Negara dengan berbagai karakter. Karakter anak Indonesia di mata Elza adalah ceria dan anak dari negara lain berkarakter serius. Anak-anak dari negara maju punya hobi membaca, tas mereka penuh dengan buku dan kemana-mana selalu membawa buku. Di akhir seleksi IJSO di Azerbaijan, Elza pun ikut memperoleh medali.
Liku-liku perjalanan Elza menuju Azerbaijan untuk memperoleh medali perlu diteladani (ditiru). Setiap remaja yang ingin meraih sukses, tidak hanya dalam bidang OSN atau IJSO, tapi juga dalam bidang lain perlu memiliki kepintaran berganda, mereka harus senang belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Gemar membaca dan mendalami materi pelajaran. Memiliki banyak teman dan bisa membantu diri- pintar mengurus rumah. Mereka juga senang olah raga, beribadah dan senang dengan musik. Belajar dan bekerja dengan tekun adalah strategi yang tepat untuk menghadapi masa depan. Sungguh pengalaman adalah guru yang terbaik dan pengalaman orang pun bisa jadi guru bagi kita.
Minggu, 16 Mei 2010
Menghidupkan Cita-cita Menjadi Pengusaha Kembali
Menghidupkan Cita-cita Menjadi Pengusaha Kembali
Oleh: Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
Orang Minang (di daerah lain disebut dengan orang Padang) sejak dahulu dikenal sebagai suku bangsa yang gemar merantau. Mereka meninggalkan sanak dan saudara serta sawah dan ladang, Fenomena merantau telah membuat kampung halaman menjadi sepi, rumah-rumah menjadi kosong, sebagian hanya dihuni oleh orang-orang tua saja. Motivasi merantau adalah untuk memperbaiki taraf hidup. Dan memang terbukti bahwa mereka yang hidup di rantau, setelah memutar kincir-kincir (mengolah fikiran) dan menambah semangat kerja (endeavour) bisa hidup lebih sukses daripada mereka yang tinggal di kampung.
Merantau karena melanjutkan pendidikan sudah menjadi hal yang lazim. Suku bangsa lain juga demikian. Namun merantau untuk mengubah nasib, dari susah menjadi sukses, patut diteladani oleh orang-orang dan generasi lain. Umumnya orang-orang dulu melirik profesi berdagang agar bisa mengubah nasib mereka, Malah juga banyak yang menjadi pengusaha sukses. “Se mati-mati aka mambuka lapau nasi- sehabis-habisnya akal atau peluang ya membuat warung nasi”, demikian prinsip hidup mereka, sehingga tidak heran bahwa di mana-mana bermunculan restoran Padang.
Menjadi PNS (pegawai negeri sipil) saat itu dipandang sebagai pekerjaan di bawah standard. Malah ada orang yang sudah terlanjur menjadi pegawai mengundurkan diri dan putar haluan untuk berdagang atau menjadi penguasaha. Namun bagaimana sekarang ? Nah itulah problemanya bahwa mental berdagang, menjadi penguasaha atau berwirausaha hampir-hampir sirna dari mental generasi ini. Semua seolah olah memiliki mental kurang berani dan hanya pandai bermimpi untuk menjadi pegawai- PNS, BUMN dan pegawai swasta. Padahal dari fenomena terlihat bahwa menjadi PNS, BUMN dan pegawai swasta pintunya tidak terbuka lebar lagi.
Menjadi pegawai tidak begitu berdampak signifikan membuat bangsa ini maju, dibanding menjadi seorang pengusaha. Bukankah sebahagian anggaran Negara dihabiskan untuk membiayai jumlah pegawai pemerintah yang sangat banyak. Bayangkan pegawai pemalas, pegawai yang kurang efektif juga digaji. Seharusnya generasi muda perlu menumbuhkan semangat wirausaha agar tidak hidup dari anggaran Negara. Mereka perlu membaca biografi penguasaha sukses untuk menambah motivasi hidup.
Siapa yang tidak kenal dengan nama Hilton. Di tiap-tiap kota besar, kita dapat menemui kata “Hilton”. Kata Hilton biasanya dihubungkan dengan dunia parawisata, tepatnya untuk nama jaringan atau assosiasi hotel berskala internasional. Sebenarnya ada apa dibalik nama Hilton tersebut ?
Hilton adalah tokoh bisnis terkemuka di dunia, ia berasal dari San Antonio, New Mexico. Ia anak kedua dari delapan bersaudara, dan anak lelaki pertama. Ayahnya, Augustus Hover, adalah pengusaha tambang dan mengerti dengan kebutuhan para penambang batu bara dan orang-orang yang bepergian pulang-balik melintasi perbatasan Mexico. Itu adalah peluang bisnis dan mendorong nya untuk membangun toko serba-ada (depatement store) untuk menyediakan kebutuhan masyarakat.
Ketika ia meninggal dalam usia 91, Hilton memimpin 185 hotel di Amerika Serikat dan 75 di seberang lautan. Hilton punya karakter bahwa sebelum mengambil keputusan-keputusan yang penting, maka ia perlu berhari-hari meneliti dan menimbang-nimbang segala implikasinya dan mempelajari segala sesuatu. Ia juga membangun rumah dengan banyak kamar untuk disewakan bagi orang-orang yang butuh tempat bermalam, ia menyebut tempat atau rumah tersebut dengan “hotel”. Jadi keluarga Hilton mempunyai toko dan hotel.
Usia anak-anak hingga remaja adalah masa kerja keras bagi Hilton. Ibu dan saudara-saudara perempuannya mengurusi hotelnya sendiri sedangkan dia dan ayahnya tetap bekerja di toko. Tetapi begitu toko tutup pada pukul 6 sore, Hilton makan malam sedikit, dan langsung tidur.
Orangtuanya dan keluarganya selalu bekerja keras. Yang membuat mereka berhasil (kaya) adalah karena mereka juga membuka usaha dalam bidang real estate, membeli tanah untuk membangun rumah. Prinsip hidup Hilton adalah seperti “tunjukkan sikap hormat kepada siapa saja yang anda hadapi dan dan member jawaban dengan keramahan”. Walaupun sibuk, Hilton masih mempunyai waktu untuk menikmati hidup dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya di rumahnya. Hilton juga menghormati tradisi masyarakat setempat. Hilton adalah salah satu tokoh usahawan internasional yang berhasil dan terkenal. Kemudian contoh tokoh wirausaha dari dalam negeri adalah seperti Yusuf Kalla.
Muhammad Jusuf Kalla lahir di Wattampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 1942. Ia menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1967 dan The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977). Pengalamannya dalam bidang organisasi adalah seperti menjadi Ketua HMI Cabang Makassar tahun 1965-1966, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969 memberi bekal untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit tersebut.
Yusuf Kalla berasal dari keluarga wirausaha. Ayahnya dikenal luas oleh dunia usaha sebagai pengusaha sukses. Usaha-usaha yang dirintis ayahnya (NV. Hadji Kalla) diserahkan kepemimpinannya sesaat setelah ia diwisuda menjadi Sarjana Ekonomi di Universitas Hasanuddin Makassar Akhir Tahun 1967. Di samping menjadi Managing Director NV. Hadji Kalla, juga menjadi Direktur Utama PT Bumi Karsa dan PT Bukaka Teknik Utama. Usaha yang digelutinya, di samping usaha lama,seperti ekspor hasil bumi, juga mengembangkan usaha yang penuh idealisme, yakni pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi. Usaha ini berguna untuk mendorong produktivitas masyarakat pertanian.
Anak perusahaan NV. Hadji Kalla antara lain; PT Bumi Karsa (bidang konstruksi) dikenal sebagai kontraktor pembangunan jalan raya trans Sulawesi, irigasi di Sulsel, dan Sultra, jembatan-jembatan, dan lain-lain. PT Bukaka Teknik Utama didirikan untuk rekayasa industri dan dikenal sebagai pelopor pabrik Aspal Mixing Plant (AMP) dan gangway (garbarata) di Bandara, dan sejumlah anak perusahaan di bidang perumahan (real estate); transportasi, agrobisnis dan agroindustri.
Bob Sadino adalah contoh wirausahawan yang berhasil lainnya. Ia lahir di Lampung (1933). Bob adalah seorang pengusaha yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira banyak orang. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat melakukan sesuatu maka pikiran seseorang bisa berkembang. Rencana tidak harus selalu baku dan kaku. Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting adalah bertindak.”
Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional. Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.
Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya. Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”
Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta.
Hilangnya semangat menjadi usawan membuat banyak generasi muda di negara kita bermimpi (berharap) untuk bekerja sebagai PNS, anggota polisi dan TNI, menjagi pegawai BUMN dan swasta, hingga menjadi pelayan toko. Walaun negara kita luas dan banyak laut, jarang sekali yang bermimpi untuk menjadi pengusaha kapal, ekspor-import atau wira usaha lainnya. Sekarang ada fenomena bahwa bila gagal menjadi PNS, pegawai BUMN dan swasta maka para lulusan perguruan tinggi rela menjadi sarjana penunggu perlombaan menjadi PNS atau pegawai lain pada tahun-tahun berikutnya. Ada pemikiran bahwa semangat wirausaha perlu dihidupkan kembali dalam keluarga dan juga bercermin dari kisah sukses pengusaha lain.
Sudah saatnya banyak orang kita yang menjadi tokoh bisnis yang sering disebut dengan “pebisnis atau wirausahawan”, dan kalau boleh menjadi pebisnis terkemuka. Untuk itu mereka musti mengerti dengan kebutuhan orang lain, seperti menyediakan kebutuhan masyarakat. Mereka perlu memiliki karakter wirausaha, seperti “membuat pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan”. Mereka perlu menanamkan karakter suka mengambil tanggung jawab/ bekerja keras sejak masa anak-anak / remaja.
Tentu saja orang tua (kalau boleh juga guru mereka) perlu menjadi model dari pekerja yang sungguh-sungguh. Calon wirausahawan tentu saja musti cerdas (banyak belajar) dan banyak wawasan (banyak pengalaman). Mereka musti mengikuti kegiatan berorganisasi, kalau boleh mengambil peran leadership- sebagai pemimpin,
Calon wirausahawan sebaiknya suka melakukan kegiatan/ tindakan dan bukan terlalu banyak berteori. Menjadi wirausahawan tidak boleh berkarakter gengsi-gengsian dalam bekerja, harus bisa menyinsing lengan baju dan harus bisa menyentuh benda-benda yang dipandang hina, seperti pasir, batu, lumpur,rumput, mencangkul, berlumuran debu. Mereka musti memiliki fikiran kreatif, gemar bekerja/berkarya, kemudian punya visi untuk pemasaran atau human relation. Calon wirausaha juga harus banyak menimba ilmu dan pengalaman bisnis dari orang/ usahawan (pebisnis) yang lain.
Di Singapura, Hongkong, Jepang dan negara-negara maju lainnya, di sana jumlah wirausahanya sangat banyak. Maka bila negeri ini memiliki wirausahawan yang lebih banyak seperti di negara tersebut maka insyaallah bangsa ini akan lebih jaya.
Oleh: Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
Orang Minang (di daerah lain disebut dengan orang Padang) sejak dahulu dikenal sebagai suku bangsa yang gemar merantau. Mereka meninggalkan sanak dan saudara serta sawah dan ladang, Fenomena merantau telah membuat kampung halaman menjadi sepi, rumah-rumah menjadi kosong, sebagian hanya dihuni oleh orang-orang tua saja. Motivasi merantau adalah untuk memperbaiki taraf hidup. Dan memang terbukti bahwa mereka yang hidup di rantau, setelah memutar kincir-kincir (mengolah fikiran) dan menambah semangat kerja (endeavour) bisa hidup lebih sukses daripada mereka yang tinggal di kampung.
Merantau karena melanjutkan pendidikan sudah menjadi hal yang lazim. Suku bangsa lain juga demikian. Namun merantau untuk mengubah nasib, dari susah menjadi sukses, patut diteladani oleh orang-orang dan generasi lain. Umumnya orang-orang dulu melirik profesi berdagang agar bisa mengubah nasib mereka, Malah juga banyak yang menjadi pengusaha sukses. “Se mati-mati aka mambuka lapau nasi- sehabis-habisnya akal atau peluang ya membuat warung nasi”, demikian prinsip hidup mereka, sehingga tidak heran bahwa di mana-mana bermunculan restoran Padang.
Menjadi PNS (pegawai negeri sipil) saat itu dipandang sebagai pekerjaan di bawah standard. Malah ada orang yang sudah terlanjur menjadi pegawai mengundurkan diri dan putar haluan untuk berdagang atau menjadi penguasaha. Namun bagaimana sekarang ? Nah itulah problemanya bahwa mental berdagang, menjadi penguasaha atau berwirausaha hampir-hampir sirna dari mental generasi ini. Semua seolah olah memiliki mental kurang berani dan hanya pandai bermimpi untuk menjadi pegawai- PNS, BUMN dan pegawai swasta. Padahal dari fenomena terlihat bahwa menjadi PNS, BUMN dan pegawai swasta pintunya tidak terbuka lebar lagi.
Menjadi pegawai tidak begitu berdampak signifikan membuat bangsa ini maju, dibanding menjadi seorang pengusaha. Bukankah sebahagian anggaran Negara dihabiskan untuk membiayai jumlah pegawai pemerintah yang sangat banyak. Bayangkan pegawai pemalas, pegawai yang kurang efektif juga digaji. Seharusnya generasi muda perlu menumbuhkan semangat wirausaha agar tidak hidup dari anggaran Negara. Mereka perlu membaca biografi penguasaha sukses untuk menambah motivasi hidup.
Siapa yang tidak kenal dengan nama Hilton. Di tiap-tiap kota besar, kita dapat menemui kata “Hilton”. Kata Hilton biasanya dihubungkan dengan dunia parawisata, tepatnya untuk nama jaringan atau assosiasi hotel berskala internasional. Sebenarnya ada apa dibalik nama Hilton tersebut ?
Hilton adalah tokoh bisnis terkemuka di dunia, ia berasal dari San Antonio, New Mexico. Ia anak kedua dari delapan bersaudara, dan anak lelaki pertama. Ayahnya, Augustus Hover, adalah pengusaha tambang dan mengerti dengan kebutuhan para penambang batu bara dan orang-orang yang bepergian pulang-balik melintasi perbatasan Mexico. Itu adalah peluang bisnis dan mendorong nya untuk membangun toko serba-ada (depatement store) untuk menyediakan kebutuhan masyarakat.
Ketika ia meninggal dalam usia 91, Hilton memimpin 185 hotel di Amerika Serikat dan 75 di seberang lautan. Hilton punya karakter bahwa sebelum mengambil keputusan-keputusan yang penting, maka ia perlu berhari-hari meneliti dan menimbang-nimbang segala implikasinya dan mempelajari segala sesuatu. Ia juga membangun rumah dengan banyak kamar untuk disewakan bagi orang-orang yang butuh tempat bermalam, ia menyebut tempat atau rumah tersebut dengan “hotel”. Jadi keluarga Hilton mempunyai toko dan hotel.
Usia anak-anak hingga remaja adalah masa kerja keras bagi Hilton. Ibu dan saudara-saudara perempuannya mengurusi hotelnya sendiri sedangkan dia dan ayahnya tetap bekerja di toko. Tetapi begitu toko tutup pada pukul 6 sore, Hilton makan malam sedikit, dan langsung tidur.
Orangtuanya dan keluarganya selalu bekerja keras. Yang membuat mereka berhasil (kaya) adalah karena mereka juga membuka usaha dalam bidang real estate, membeli tanah untuk membangun rumah. Prinsip hidup Hilton adalah seperti “tunjukkan sikap hormat kepada siapa saja yang anda hadapi dan dan member jawaban dengan keramahan”. Walaupun sibuk, Hilton masih mempunyai waktu untuk menikmati hidup dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya di rumahnya. Hilton juga menghormati tradisi masyarakat setempat. Hilton adalah salah satu tokoh usahawan internasional yang berhasil dan terkenal. Kemudian contoh tokoh wirausaha dari dalam negeri adalah seperti Yusuf Kalla.
Muhammad Jusuf Kalla lahir di Wattampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 1942. Ia menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1967 dan The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977). Pengalamannya dalam bidang organisasi adalah seperti menjadi Ketua HMI Cabang Makassar tahun 1965-1966, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969 memberi bekal untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit tersebut.
Yusuf Kalla berasal dari keluarga wirausaha. Ayahnya dikenal luas oleh dunia usaha sebagai pengusaha sukses. Usaha-usaha yang dirintis ayahnya (NV. Hadji Kalla) diserahkan kepemimpinannya sesaat setelah ia diwisuda menjadi Sarjana Ekonomi di Universitas Hasanuddin Makassar Akhir Tahun 1967. Di samping menjadi Managing Director NV. Hadji Kalla, juga menjadi Direktur Utama PT Bumi Karsa dan PT Bukaka Teknik Utama. Usaha yang digelutinya, di samping usaha lama,seperti ekspor hasil bumi, juga mengembangkan usaha yang penuh idealisme, yakni pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi. Usaha ini berguna untuk mendorong produktivitas masyarakat pertanian.
Anak perusahaan NV. Hadji Kalla antara lain; PT Bumi Karsa (bidang konstruksi) dikenal sebagai kontraktor pembangunan jalan raya trans Sulawesi, irigasi di Sulsel, dan Sultra, jembatan-jembatan, dan lain-lain. PT Bukaka Teknik Utama didirikan untuk rekayasa industri dan dikenal sebagai pelopor pabrik Aspal Mixing Plant (AMP) dan gangway (garbarata) di Bandara, dan sejumlah anak perusahaan di bidang perumahan (real estate); transportasi, agrobisnis dan agroindustri.
Bob Sadino adalah contoh wirausahawan yang berhasil lainnya. Ia lahir di Lampung (1933). Bob adalah seorang pengusaha yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira banyak orang. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat melakukan sesuatu maka pikiran seseorang bisa berkembang. Rencana tidak harus selalu baku dan kaku. Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting adalah bertindak.”
Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional. Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.
Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya. Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”
Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta.
Hilangnya semangat menjadi usawan membuat banyak generasi muda di negara kita bermimpi (berharap) untuk bekerja sebagai PNS, anggota polisi dan TNI, menjagi pegawai BUMN dan swasta, hingga menjadi pelayan toko. Walaun negara kita luas dan banyak laut, jarang sekali yang bermimpi untuk menjadi pengusaha kapal, ekspor-import atau wira usaha lainnya. Sekarang ada fenomena bahwa bila gagal menjadi PNS, pegawai BUMN dan swasta maka para lulusan perguruan tinggi rela menjadi sarjana penunggu perlombaan menjadi PNS atau pegawai lain pada tahun-tahun berikutnya. Ada pemikiran bahwa semangat wirausaha perlu dihidupkan kembali dalam keluarga dan juga bercermin dari kisah sukses pengusaha lain.
Sudah saatnya banyak orang kita yang menjadi tokoh bisnis yang sering disebut dengan “pebisnis atau wirausahawan”, dan kalau boleh menjadi pebisnis terkemuka. Untuk itu mereka musti mengerti dengan kebutuhan orang lain, seperti menyediakan kebutuhan masyarakat. Mereka perlu memiliki karakter wirausaha, seperti “membuat pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan”. Mereka perlu menanamkan karakter suka mengambil tanggung jawab/ bekerja keras sejak masa anak-anak / remaja.
Tentu saja orang tua (kalau boleh juga guru mereka) perlu menjadi model dari pekerja yang sungguh-sungguh. Calon wirausahawan tentu saja musti cerdas (banyak belajar) dan banyak wawasan (banyak pengalaman). Mereka musti mengikuti kegiatan berorganisasi, kalau boleh mengambil peran leadership- sebagai pemimpin,
Calon wirausahawan sebaiknya suka melakukan kegiatan/ tindakan dan bukan terlalu banyak berteori. Menjadi wirausahawan tidak boleh berkarakter gengsi-gengsian dalam bekerja, harus bisa menyinsing lengan baju dan harus bisa menyentuh benda-benda yang dipandang hina, seperti pasir, batu, lumpur,rumput, mencangkul, berlumuran debu. Mereka musti memiliki fikiran kreatif, gemar bekerja/berkarya, kemudian punya visi untuk pemasaran atau human relation. Calon wirausaha juga harus banyak menimba ilmu dan pengalaman bisnis dari orang/ usahawan (pebisnis) yang lain.
Di Singapura, Hongkong, Jepang dan negara-negara maju lainnya, di sana jumlah wirausahanya sangat banyak. Maka bila negeri ini memiliki wirausahawan yang lebih banyak seperti di negara tersebut maka insyaallah bangsa ini akan lebih jaya.
Kamis, 06 Mei 2010
NILAI UH 3 KELAS XI.IA.1
NAMA 1 2 3 4 5 NILAI
Ade Yolanda Arifin 16 15 14 15 20 80
Adelina Puteri Yudha 20 17 12 20 16 85
Dwi Putri Satya Suchi. 16 14 12 15 20 77
Ferry Fernando 20 17 20 15 12 84
Fitri Handayani 20 14 15 15 20 84
Hamdani Agusta Asri 16 15 15 15 20 81
Haris Santika 14 15 12 15 20 76
Ijran Mayura 14 15 12 20 17 78
M. Yogie Tri Prabowo 14 14 15 17 20 80
Mhd. Ridho Wahyudi 20 14 14 15 15 78
Mohd. Abi Rafdi 16 14 17 20 15 82
Nuzula Muharrahmi 16 15 14 15 18 78
Primananda Ayu Putri 15 15 12 15 20 77
Puti Hasana Kasih 16 17 10 15 20 78
Rahmizakia Rifka 14 15 12 14 20 75
Ramadanil 16 15 12 15 15 73
Ridho Fraditya 16 15 12 10 20 73
Rika Rahmatil Fithri 16 17 20 20 15 88
Rindang Azhari Rezky 12 15 16 15 20 78
Rizki Hidayat 16 15 14 20 20 85
Ryando Perdana 14 15 14 18 20 81
Sri Danti Firda Mila. N 16 14 12 13 17 72
Wahyu Rizki Azmi 16 17 16 15 15 79
Ade Yolanda Arifin 16 15 14 15 20 80
Adelina Puteri Yudha 20 17 12 20 16 85
Dwi Putri Satya Suchi. 16 14 12 15 20 77
Ferry Fernando 20 17 20 15 12 84
Fitri Handayani 20 14 15 15 20 84
Hamdani Agusta Asri 16 15 15 15 20 81
Haris Santika 14 15 12 15 20 76
Ijran Mayura 14 15 12 20 17 78
M. Yogie Tri Prabowo 14 14 15 17 20 80
Mhd. Ridho Wahyudi 20 14 14 15 15 78
Mohd. Abi Rafdi 16 14 17 20 15 82
Nuzula Muharrahmi 16 15 14 15 18 78
Primananda Ayu Putri 15 15 12 15 20 77
Puti Hasana Kasih 16 17 10 15 20 78
Rahmizakia Rifka 14 15 12 14 20 75
Ramadanil 16 15 12 15 15 73
Ridho Fraditya 16 15 12 10 20 73
Rika Rahmatil Fithri 16 17 20 20 15 88
Rindang Azhari Rezky 12 15 16 15 20 78
Rizki Hidayat 16 15 14 20 20 85
Ryando Perdana 14 15 14 18 20 81
Sri Danti Firda Mila. N 16 14 12 13 17 72
Wahyu Rizki Azmi 16 17 16 15 15 79
Rabu, 05 Mei 2010
Menjadi Penulis Kreatif Melalui Blogger
Menjadi Penulis Kreatif Melalui Blogger
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
marjohanusman@yahoo.com
Posisi seseorang menjadi penulis, apalagi berkaliber propinsi, nasional atau berkaliber dunia, adalah cukup mulia. Lewat tulisannya, penulis bisa mengubah pola fikiran seseorang menjadi lebih berbudaya. Seorang penulis juga berjasa karena bisa memperkenalkan opininya, dirinya dan daerahnya kepada pembacanya di berbagai tempat. Pada zaman setelah kemerdekaan Indonesia, orang-orang di Negara tetangga bisa jadi mengenal daerah Minang, Danau Maninjau atau kota Padang melalui karya sastra Buya Hamka.
Menjadi penulis mempunyai arti tersendiri. Walau penulis sudah lama meninggal namun nama dan karyanya bisa selalu dikenang, misal seperti William Shakespeare dan Khalil Gibran, mereka telah lama tiada namun karya sastranya tetap menjadi kupasan orang di berbagai tempat di dunia. Selanjutnya bahwa profesi menulis tidaklah menjadi dominasi kaum pria, wanita pun bisa menjadi penulis hebat berkaliber dunia, seperti halnya Jk Rowling.
Sekali lagi bahwa banyak orang di dunia yang kenal dengan nama “ Shakespeare” atau William Shakespeare. Ia dilahirkan tahun 1564 di Stratford-on-Avon, Inggris. Ia sendiri tidak sempat kuliah di perguruan tinggi. Di usia muda ia sudah merasakan suka duka kehidupan. Ia menikah dalam usia muda dan punya tiga anak, namun ketiga anaknya meninggal dalam usia muda. William terbiasa menuliskan perasaan dan pengalaman hidupnya, termasuk pengalaman orang-orang yang dia temui. Kebiasaan melakukan proses kreatif dalam menulis membuat tulisannya makin tajam dan alur bahasanya makin menarik untuk dibaca. Menulis sudah menjadi kesukaanya dan dalam usia tiga puluh Shakespeare sudah menunjukkan keberhasilan dalam menulis.
Kahlil Gibran lahir di Beshari, Lebanon, 1883. Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya- cultural schock, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain. Namun proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut.
Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Ia merasakan bagaimana tirani (kejamnya) perlakuan pemerintahan pada rakyat dan bagaimana munafiknya sebuah organisasi sosial , kemudian bagaimana peran kaum wanita Asia Barat yang cuma sekadar sebagai pengabdi- posisinya terpinggirkan selalu. Ini semua mengilhami cara pandangnya Gibran yang ia tuangkan ke dalam tulisannya. Ia kemudian pergi lagi ke Amerika dan saat jauh dari tanah kelahiran, ia dapat menulisnya dari jauh- yang ia paparkan adalah segala sesuatu yang kontra dari sudut sudut budaya. Ia menulis dengan tokoh/ orang-orang yang gemar melakukan korupsi dan juga tulisan tentang pembebasan orang-orang yang tertindas.
Suka duka yang ia lalui dan tragedy yang terjadi dalam keluarganya (kematian familinya oleh penyakit Tuberklosa) juga membuat pengalaman emosi dan rohaninya makin menumpuk. Ia pun menulis pengalaman- pengalaman bathinnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya- menulis dalam Bahasa Inggris. Diam-diam dalam hatinya, Gibran ternyata mengagumi kehebatan budaya positif dari Barat. Karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”.
Novel Harry Porter lebih terkenal dari nama pengarangnya. Joanne Kathleen Rowling atau J.K. Rowling lahir di Chipping Sodbury, dekat Bristol, Inggris, 1965. Ia menjadi sorotan kesusasteraan internasional pada tahun 1999 saat tiga seri pertama novel remaja Harry Potter mengambil alih tiga tempat teratas dalam daftar "New York Times best-seller". Rowling lulusan Universitas Exeter, Rowling pindah ke Portugal pada tahun 1990 untuk mengajar Bahasa Inggris- menjadi guru. Di sana ia menikah dengan seorang wartawan Portugis. Anak perempuannya, Jessica dilahirkan pada tahun 1993. Setelah perkawinan pertamanya berakhir dengan perceraian.
Tentu saja perceraian itu membuat perasaannya gundah dan Rowling pindah ke Edinburgh bersama dengan anaknya. Rowling menghadapi masalah untuk menghidupi keluarganya. Semasa hidup dalam kesulitan, membuat pengalaman batin Rowlin makin kaya. Sebagai guru Rowling selalu bersifat kreatif dan ia mulai menulis sebuah buku. Ia mendapat ide tentang penulisan buku itu sewaktu dalam perjalanan menaiki kereta api dari Manchester ke London.
Di penghujung Desember 2001, Rowling menikah dengan Dr. Neil Murray di Skotlandia. Rowling adalah penulis yang produktif dan terhitung telah menulis tujuh novel Harry Poter. Novelnya yang lain adalah “Harry Potter and the Order of the Phoenix (2003), menyusul Harry Potter and the Half-Blood Prince (2005) dan Harry Potter and the Deathly Hallows (2007)”.
Kenapa tiga penulis di atas bisa produktif dalam menulis ? Jawabnya adalah karena mereka mampu memanfaatkan pengalaman hidupnya dan mengolahnya/ memaparkannya ke atas kertas secara kreatif. Jika berbicara tentang topik menulis kreatif maka, ternyata juga banyak penulis kreatif dari negara kita, seperti Andreas Hirata si penulis novel Laskar Pelangi. Dulu ada lagi penulis muda seperti Zara Zetira, Hilman penulis Lupus, La Rose dan lain-lain.
Naning Pranoto dengan bukunya yang berjudul “Creative Writing – 72 Jurus Seni Mengarang (Jakarta: PM Pustaka, 2004)” juga bisa disebut sebagai pakar penulis kreatif. Dia menekuni dunia creative writing, sekaligus secara formal belajar mengenai bidang menulis dan sebelumnya ia juga bekerja sebagai wartawan majalah Mutiara dan Kartini. Ia juga telah menulis sekitar 15 novel dan juga menulis buku non fiksi. Ia juga rajin sebagai salah satu pakar penulisan yang aktif membagikan ilmunya melalui berbagai workshop penulisan kreatif. Tampaknya, latar belakangnya sebagai jurnalis serta kekayaan imajinasinya memungkinkan untuk kreatif dalam menulis.
Proses kreatif menulis seseorang sebenarnya bisa menjadi pengalaman bagi penulis lain-penulis pemula. Pelatihan untuk menjadi penulis kreatif sangat berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan para penulis muda. Karena siapa saja bisa menulis asalkan ia mau dan disiplin dalam menulis, serta tahu apa yang mau ditulisnya. Salah satu persyaratan untuk menjadi penulis yang berkualitas tentu saja harus banyak membaca. Namun untuk penulis pemula, cukup dulis menulis dari pengalaman-pengalamannya atau impian-impiannya dan sebagainya.
Menjadi penulis kreatif itu banyak manfaatnya. Menulis berguna untuk mengekspresikan butir-butir pemikiran, ide-ide atau gagasan untuk menjadi inspirasi pembacanya. Menulis juga sebagai terapi jiwa—semacam pelepasan. Banyak orang yang berbagi problem (curhat) dengan buku diary-nya dan akhirnya tulisannya bisa memberikan pencerahan.
Minat menulis masyarakat kta- terutama kaum remaja dan pelajar- dewasa ini sudah meningkat. Internet bisa digunakan sebagai sarana untuk berkarya, dan mereka meng-upload tulisan sendiri apakah fiksi dan non fiksi pada blogging mereka sendiri (lewat wordpress, blogspor, yahoo dan lain-lain). Tulisan mereka juga bertebaran dalam Koran dan majalah, tentu saja juga banyak tulisan mereka yang belum mereka publikasikan. Mempunyai teman untuk sharing (berbagi) dalam menulis bisa pula menjadi sumber inspirasi dan energi untuk terus menulis.
Memiliki blogging untuk tulisan pada internet sangat bermanfaat. Bahkan tidak sedikit yang meng-upload naskah pada blogging, bisa diterbitkan menjadi buku. Penulis sendiri juga mempunyai blogging pada blogspot dan sebuah penerbit dari Yogyakarta menjumpai naskah buku lewat blogging tersebut. Selanjutnya terjadi kontak perjanjian untuk menerbitkan buku penulis yang berjudul “School Healing Menyembuhkan Problem Sekolah”. Buku tersebut sangat tepat dibaca oleh masyarakat: orang tua, guru, masyarakat, pendidik di perguruan tinggi dan mahasiswa.
Tapi ada juga yang sekadar iseng-iseng dalam menulis. Mereka membuat blogging kemudian tidak menulis lagi dengan sejuta alas an: “tidak punya waktu atau tidak in the good mood”. Idealnya bahwa kalau memang mau menulis seharusnya tidak usah menunggu in the good mood. Soal waktu memang adalah alasan yang sudah klasik, “Wah saya sibuk, wah saya tidak punya waktu”. Pokoknya bisa dibuat seribu atau sejuta alasan dengan menggunakan kata kata “tetapi atau but”.
Dalam menulis ada juga yang menggunakan strategi “controversial”. Menulis itu tidak selalu membuat penulis jadi kaya. Buku penulis bisa jadi sangat menarik, namun saya sebahagian orang ingin memperolehnya secara “gratis”. Apakah ini sebagai efek dari fenomena gratis- Pendidikan Gratis, Biatya Obat Gratis, Kuliah gratis dan gratis…..gratis…..gratis yang lainnya. Penulis mungkin lebih mudah menjadi (agak) kaya dengan membuat kursus Bahasa Inggris, Kursus Bahasa Perancis atau bimbingan belajar, sehingga uangnya bisa diraup per minggu atau per bulan.
Menulis bagi penulis memberikan kepuasan batin tersendiri karena bisa berbagi opini dengan banyak teman dan punya banyak teman sedunia. Prospek menulis buka kadangkala kurang bagus . Sebab buku kadangkala kurang bagus promosi dan distribusinya. Kadang kala penerbit di Indonesia belum mau mengeluarkan dana untuk promosi, bahkan untuk meluncurkan atau launching saja tidak mau. Jadi, penulisnya mesti ikut aktif, kalau perlu membiayai peluncurannya. Namun jangan patah dalam menulis karena paparan pengalaman penulis ini.
Menulis kreatif dapat diawali dengan cara menulis apa saja. Menulis bisa ibarat membaca. Apa yang kita baca bisa menjadi sumber tulisan kita. Dan faktor yang berpengaruh pada produktivitas kita adalah karena penulis memang selalu terdorong untuk menulis, the strong will to do writing!.
Menulis butuh ide, bisa jadi datang dari berbagai hal. Ide-idenya bisa bersumber dari perjalanan hidup (misal menulis novel atau cerpen) saat kita bertemu dengan berbagai manusia dengan berbagai karakter, “Saya hanya menulis apa yang saya tahu, saya lihat dan saya pahami”. Seorang penulis idealnya juga harus membaca biografi atau karya penulis lain. Maka kita bisa mencari karya dari penulis pemenang nobel sastra, seperti pengarang dari barat “Garcia Marquez, Toni Morrison, Gunter Grass, Hemingway, Fulker”, juga bisa dari pengarang Timur seperti Buya Hamka, Nawal El Sadawi yang feminis, dan lain-lain. Tapi idealnya kita baca karya penulis kaliber dunia.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan tentang bagaimana melakukan aktivutas menulis yang kreatif itu. Penulis punya pengaruh yang hebat dalam membuat daerah dan oipininya dapat dikenal oleh masyarakat/ pembaca secara luas dan bertahan sampai bertahun-tahun. Menulis tidak hanya monopoli kaum pria namun wanita juga bisa menjadi penulis yang hebat. Pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain- tentang suka duka kehidupan - bisa menjadi bumbu atau inspirasi dalam menulis.
Tiap penulis tentu punya selera atau strategi sendiri dalam menulis, ada yang bercanda, bergurau, mengeritik atau menulis secara kontroversi. Ada orang yang produktif dalam menulis- melalui sudut pandang yang kontra- misal menulis tentang budaya sendiri saat berada jauh dari kampung halaman. Semua penulis idealnya banyak bertukar fikiran, membaca karya dan fikiran orang lain- kalau boleh karya atau buku berkaliber dunia.
Menulis tidak langsung membuat seseorang jadi kaya, tapi menulis bisa menjadikan seseorang populer, punya banyak teman dan mendatangkan rasa puas tersendiri. Dari sudut akademik, kemampuan menulis sangat membantu. Kenapa ada mahasiswa dan sarjana yang terjebak dengan karakter negatif “copy paste, membuat karya tulis aspal- asli tapi palsu, melakukan plagiat atau memalsukan karya tulis orang lain yang sangat memalukan ” ?. Kenapa cukup banyak mahasiswa setelah menyelesaikan semua mata kuliah terpaksa angkat kaki (drop out) dari universitas ? Salah satu penyebabnya adalah tidak mampu menulis proposal, menulis laporan skripsi, tugas akhir, tesis dan disertasi. Maka mereka yang menggeluti penulisan kreatif insyaallah akan terbebas dari masalah ini.
Dalam zaman ICT ini, dimana seseorang orang bisa menjadi lebih kreatif lagi- memanfaatkan account pada google, yahoo, hotmail, plasa, dan lain-lain, untuk menjadi bloggers. Mereka bisa membuat blogging melalui blogspot, wordpress, multiply, atau yang lain. Namun jangan melakukan proses kreatif setengah hati dengan alasan klasik “wah saya tidak punya waktu untuk menulis”. Menulis pada blogging bisa membuat kita jadi kreatif. Tulisan kita akan bermanfaat bagi orang lain dan bagi kita sendiri. Manfaat yang utama adalah adanya rasa puas dalam hati- punya banyak teman dan selalu memuat kita awet muda- muda pikiranya dan jauh dari kepikunan, karena otak atau fikirannya selalu bekerja dan bermanfaat bagi orang. Khairunnas anfahum linnas- manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
marjohanusman@yahoo.com
Posisi seseorang menjadi penulis, apalagi berkaliber propinsi, nasional atau berkaliber dunia, adalah cukup mulia. Lewat tulisannya, penulis bisa mengubah pola fikiran seseorang menjadi lebih berbudaya. Seorang penulis juga berjasa karena bisa memperkenalkan opininya, dirinya dan daerahnya kepada pembacanya di berbagai tempat. Pada zaman setelah kemerdekaan Indonesia, orang-orang di Negara tetangga bisa jadi mengenal daerah Minang, Danau Maninjau atau kota Padang melalui karya sastra Buya Hamka.
Menjadi penulis mempunyai arti tersendiri. Walau penulis sudah lama meninggal namun nama dan karyanya bisa selalu dikenang, misal seperti William Shakespeare dan Khalil Gibran, mereka telah lama tiada namun karya sastranya tetap menjadi kupasan orang di berbagai tempat di dunia. Selanjutnya bahwa profesi menulis tidaklah menjadi dominasi kaum pria, wanita pun bisa menjadi penulis hebat berkaliber dunia, seperti halnya Jk Rowling.
Sekali lagi bahwa banyak orang di dunia yang kenal dengan nama “ Shakespeare” atau William Shakespeare. Ia dilahirkan tahun 1564 di Stratford-on-Avon, Inggris. Ia sendiri tidak sempat kuliah di perguruan tinggi. Di usia muda ia sudah merasakan suka duka kehidupan. Ia menikah dalam usia muda dan punya tiga anak, namun ketiga anaknya meninggal dalam usia muda. William terbiasa menuliskan perasaan dan pengalaman hidupnya, termasuk pengalaman orang-orang yang dia temui. Kebiasaan melakukan proses kreatif dalam menulis membuat tulisannya makin tajam dan alur bahasanya makin menarik untuk dibaca. Menulis sudah menjadi kesukaanya dan dalam usia tiga puluh Shakespeare sudah menunjukkan keberhasilan dalam menulis.
Kahlil Gibran lahir di Beshari, Lebanon, 1883. Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya- cultural schock, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain. Namun proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut.
Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Ia merasakan bagaimana tirani (kejamnya) perlakuan pemerintahan pada rakyat dan bagaimana munafiknya sebuah organisasi sosial , kemudian bagaimana peran kaum wanita Asia Barat yang cuma sekadar sebagai pengabdi- posisinya terpinggirkan selalu. Ini semua mengilhami cara pandangnya Gibran yang ia tuangkan ke dalam tulisannya. Ia kemudian pergi lagi ke Amerika dan saat jauh dari tanah kelahiran, ia dapat menulisnya dari jauh- yang ia paparkan adalah segala sesuatu yang kontra dari sudut sudut budaya. Ia menulis dengan tokoh/ orang-orang yang gemar melakukan korupsi dan juga tulisan tentang pembebasan orang-orang yang tertindas.
Suka duka yang ia lalui dan tragedy yang terjadi dalam keluarganya (kematian familinya oleh penyakit Tuberklosa) juga membuat pengalaman emosi dan rohaninya makin menumpuk. Ia pun menulis pengalaman- pengalaman bathinnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya- menulis dalam Bahasa Inggris. Diam-diam dalam hatinya, Gibran ternyata mengagumi kehebatan budaya positif dari Barat. Karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”.
Novel Harry Porter lebih terkenal dari nama pengarangnya. Joanne Kathleen Rowling atau J.K. Rowling lahir di Chipping Sodbury, dekat Bristol, Inggris, 1965. Ia menjadi sorotan kesusasteraan internasional pada tahun 1999 saat tiga seri pertama novel remaja Harry Potter mengambil alih tiga tempat teratas dalam daftar "New York Times best-seller". Rowling lulusan Universitas Exeter, Rowling pindah ke Portugal pada tahun 1990 untuk mengajar Bahasa Inggris- menjadi guru. Di sana ia menikah dengan seorang wartawan Portugis. Anak perempuannya, Jessica dilahirkan pada tahun 1993. Setelah perkawinan pertamanya berakhir dengan perceraian.
Tentu saja perceraian itu membuat perasaannya gundah dan Rowling pindah ke Edinburgh bersama dengan anaknya. Rowling menghadapi masalah untuk menghidupi keluarganya. Semasa hidup dalam kesulitan, membuat pengalaman batin Rowlin makin kaya. Sebagai guru Rowling selalu bersifat kreatif dan ia mulai menulis sebuah buku. Ia mendapat ide tentang penulisan buku itu sewaktu dalam perjalanan menaiki kereta api dari Manchester ke London.
Di penghujung Desember 2001, Rowling menikah dengan Dr. Neil Murray di Skotlandia. Rowling adalah penulis yang produktif dan terhitung telah menulis tujuh novel Harry Poter. Novelnya yang lain adalah “Harry Potter and the Order of the Phoenix (2003), menyusul Harry Potter and the Half-Blood Prince (2005) dan Harry Potter and the Deathly Hallows (2007)”.
Kenapa tiga penulis di atas bisa produktif dalam menulis ? Jawabnya adalah karena mereka mampu memanfaatkan pengalaman hidupnya dan mengolahnya/ memaparkannya ke atas kertas secara kreatif. Jika berbicara tentang topik menulis kreatif maka, ternyata juga banyak penulis kreatif dari negara kita, seperti Andreas Hirata si penulis novel Laskar Pelangi. Dulu ada lagi penulis muda seperti Zara Zetira, Hilman penulis Lupus, La Rose dan lain-lain.
Naning Pranoto dengan bukunya yang berjudul “Creative Writing – 72 Jurus Seni Mengarang (Jakarta: PM Pustaka, 2004)” juga bisa disebut sebagai pakar penulis kreatif. Dia menekuni dunia creative writing, sekaligus secara formal belajar mengenai bidang menulis dan sebelumnya ia juga bekerja sebagai wartawan majalah Mutiara dan Kartini. Ia juga telah menulis sekitar 15 novel dan juga menulis buku non fiksi. Ia juga rajin sebagai salah satu pakar penulisan yang aktif membagikan ilmunya melalui berbagai workshop penulisan kreatif. Tampaknya, latar belakangnya sebagai jurnalis serta kekayaan imajinasinya memungkinkan untuk kreatif dalam menulis.
Proses kreatif menulis seseorang sebenarnya bisa menjadi pengalaman bagi penulis lain-penulis pemula. Pelatihan untuk menjadi penulis kreatif sangat berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan para penulis muda. Karena siapa saja bisa menulis asalkan ia mau dan disiplin dalam menulis, serta tahu apa yang mau ditulisnya. Salah satu persyaratan untuk menjadi penulis yang berkualitas tentu saja harus banyak membaca. Namun untuk penulis pemula, cukup dulis menulis dari pengalaman-pengalamannya atau impian-impiannya dan sebagainya.
Menjadi penulis kreatif itu banyak manfaatnya. Menulis berguna untuk mengekspresikan butir-butir pemikiran, ide-ide atau gagasan untuk menjadi inspirasi pembacanya. Menulis juga sebagai terapi jiwa—semacam pelepasan. Banyak orang yang berbagi problem (curhat) dengan buku diary-nya dan akhirnya tulisannya bisa memberikan pencerahan.
Minat menulis masyarakat kta- terutama kaum remaja dan pelajar- dewasa ini sudah meningkat. Internet bisa digunakan sebagai sarana untuk berkarya, dan mereka meng-upload tulisan sendiri apakah fiksi dan non fiksi pada blogging mereka sendiri (lewat wordpress, blogspor, yahoo dan lain-lain). Tulisan mereka juga bertebaran dalam Koran dan majalah, tentu saja juga banyak tulisan mereka yang belum mereka publikasikan. Mempunyai teman untuk sharing (berbagi) dalam menulis bisa pula menjadi sumber inspirasi dan energi untuk terus menulis.
Memiliki blogging untuk tulisan pada internet sangat bermanfaat. Bahkan tidak sedikit yang meng-upload naskah pada blogging, bisa diterbitkan menjadi buku. Penulis sendiri juga mempunyai blogging pada blogspot dan sebuah penerbit dari Yogyakarta menjumpai naskah buku lewat blogging tersebut. Selanjutnya terjadi kontak perjanjian untuk menerbitkan buku penulis yang berjudul “School Healing Menyembuhkan Problem Sekolah”. Buku tersebut sangat tepat dibaca oleh masyarakat: orang tua, guru, masyarakat, pendidik di perguruan tinggi dan mahasiswa.
Tapi ada juga yang sekadar iseng-iseng dalam menulis. Mereka membuat blogging kemudian tidak menulis lagi dengan sejuta alas an: “tidak punya waktu atau tidak in the good mood”. Idealnya bahwa kalau memang mau menulis seharusnya tidak usah menunggu in the good mood. Soal waktu memang adalah alasan yang sudah klasik, “Wah saya sibuk, wah saya tidak punya waktu”. Pokoknya bisa dibuat seribu atau sejuta alasan dengan menggunakan kata kata “tetapi atau but”.
Dalam menulis ada juga yang menggunakan strategi “controversial”. Menulis itu tidak selalu membuat penulis jadi kaya. Buku penulis bisa jadi sangat menarik, namun saya sebahagian orang ingin memperolehnya secara “gratis”. Apakah ini sebagai efek dari fenomena gratis- Pendidikan Gratis, Biatya Obat Gratis, Kuliah gratis dan gratis…..gratis…..gratis yang lainnya. Penulis mungkin lebih mudah menjadi (agak) kaya dengan membuat kursus Bahasa Inggris, Kursus Bahasa Perancis atau bimbingan belajar, sehingga uangnya bisa diraup per minggu atau per bulan.
Menulis bagi penulis memberikan kepuasan batin tersendiri karena bisa berbagi opini dengan banyak teman dan punya banyak teman sedunia. Prospek menulis buka kadangkala kurang bagus . Sebab buku kadangkala kurang bagus promosi dan distribusinya. Kadang kala penerbit di Indonesia belum mau mengeluarkan dana untuk promosi, bahkan untuk meluncurkan atau launching saja tidak mau. Jadi, penulisnya mesti ikut aktif, kalau perlu membiayai peluncurannya. Namun jangan patah dalam menulis karena paparan pengalaman penulis ini.
Menulis kreatif dapat diawali dengan cara menulis apa saja. Menulis bisa ibarat membaca. Apa yang kita baca bisa menjadi sumber tulisan kita. Dan faktor yang berpengaruh pada produktivitas kita adalah karena penulis memang selalu terdorong untuk menulis, the strong will to do writing!.
Menulis butuh ide, bisa jadi datang dari berbagai hal. Ide-idenya bisa bersumber dari perjalanan hidup (misal menulis novel atau cerpen) saat kita bertemu dengan berbagai manusia dengan berbagai karakter, “Saya hanya menulis apa yang saya tahu, saya lihat dan saya pahami”. Seorang penulis idealnya juga harus membaca biografi atau karya penulis lain. Maka kita bisa mencari karya dari penulis pemenang nobel sastra, seperti pengarang dari barat “Garcia Marquez, Toni Morrison, Gunter Grass, Hemingway, Fulker”, juga bisa dari pengarang Timur seperti Buya Hamka, Nawal El Sadawi yang feminis, dan lain-lain. Tapi idealnya kita baca karya penulis kaliber dunia.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan tentang bagaimana melakukan aktivutas menulis yang kreatif itu. Penulis punya pengaruh yang hebat dalam membuat daerah dan oipininya dapat dikenal oleh masyarakat/ pembaca secara luas dan bertahan sampai bertahun-tahun. Menulis tidak hanya monopoli kaum pria namun wanita juga bisa menjadi penulis yang hebat. Pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain- tentang suka duka kehidupan - bisa menjadi bumbu atau inspirasi dalam menulis.
Tiap penulis tentu punya selera atau strategi sendiri dalam menulis, ada yang bercanda, bergurau, mengeritik atau menulis secara kontroversi. Ada orang yang produktif dalam menulis- melalui sudut pandang yang kontra- misal menulis tentang budaya sendiri saat berada jauh dari kampung halaman. Semua penulis idealnya banyak bertukar fikiran, membaca karya dan fikiran orang lain- kalau boleh karya atau buku berkaliber dunia.
Menulis tidak langsung membuat seseorang jadi kaya, tapi menulis bisa menjadikan seseorang populer, punya banyak teman dan mendatangkan rasa puas tersendiri. Dari sudut akademik, kemampuan menulis sangat membantu. Kenapa ada mahasiswa dan sarjana yang terjebak dengan karakter negatif “copy paste, membuat karya tulis aspal- asli tapi palsu, melakukan plagiat atau memalsukan karya tulis orang lain yang sangat memalukan ” ?. Kenapa cukup banyak mahasiswa setelah menyelesaikan semua mata kuliah terpaksa angkat kaki (drop out) dari universitas ? Salah satu penyebabnya adalah tidak mampu menulis proposal, menulis laporan skripsi, tugas akhir, tesis dan disertasi. Maka mereka yang menggeluti penulisan kreatif insyaallah akan terbebas dari masalah ini.
Dalam zaman ICT ini, dimana seseorang orang bisa menjadi lebih kreatif lagi- memanfaatkan account pada google, yahoo, hotmail, plasa, dan lain-lain, untuk menjadi bloggers. Mereka bisa membuat blogging melalui blogspot, wordpress, multiply, atau yang lain. Namun jangan melakukan proses kreatif setengah hati dengan alasan klasik “wah saya tidak punya waktu untuk menulis”. Menulis pada blogging bisa membuat kita jadi kreatif. Tulisan kita akan bermanfaat bagi orang lain dan bagi kita sendiri. Manfaat yang utama adalah adanya rasa puas dalam hati- punya banyak teman dan selalu memuat kita awet muda- muda pikiranya dan jauh dari kepikunan, karena otak atau fikirannya selalu bekerja dan bermanfaat bagi orang. Khairunnas anfahum linnas- manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
NILAI UH 3 KELAS XI.IA.2
NO NAMA SKOR NILAI
1 2 3 4 5
1 Adelita Febiola 14 16 14 15 20 79
2 Alvin Pratama 14 20 17 20 20 91
3 Ardi Junius 14 14 10 11 16 65
4 Chusnul Chafis 14 16 10 15 16 71
5 Chyara Elisa 10 17 16 20 20 83
6 Debi Adi Marta 12 17 14 20 20 83
7 Dian Nofita 14 14 16 20 20 84
8 Fitra Alghazali 20 12 10 15 16 73
9 Hafda Putri 20 20 14 20 20 94
10 Hafid Rezando 14 16 14 20 20 84
11 Hanif Gusman 14 20 14 20 20 88
12 Indah Maydila 14 20 12 20 16 82
13 Muthya Harystha 14 20 14 20 20 88
14 Nurhabiba Edr 14 20 20 20 20 94
15 Rahmi Fitri 12 14 10 20 20 76
16 Ranti 10 14 16 15 16 71
17 Ringga Rahmi 14 14 20 20 16 84
18 Rolita Eka Per 10 14 10 20 12 66
19 Satria Jaya Per 14 20 20 20 20 94
20 Ulfa Novita 12 14 20 20 16 82
1 2 3 4 5
1 Adelita Febiola 14 16 14 15 20 79
2 Alvin Pratama 14 20 17 20 20 91
3 Ardi Junius 14 14 10 11 16 65
4 Chusnul Chafis 14 16 10 15 16 71
5 Chyara Elisa 10 17 16 20 20 83
6 Debi Adi Marta 12 17 14 20 20 83
7 Dian Nofita 14 14 16 20 20 84
8 Fitra Alghazali 20 12 10 15 16 73
9 Hafda Putri 20 20 14 20 20 94
10 Hafid Rezando 14 16 14 20 20 84
11 Hanif Gusman 14 20 14 20 20 88
12 Indah Maydila 14 20 12 20 16 82
13 Muthya Harystha 14 20 14 20 20 88
14 Nurhabiba Edr 14 20 20 20 20 94
15 Rahmi Fitri 12 14 10 20 20 76
16 Ranti 10 14 16 15 16 71
17 Ringga Rahmi 14 14 20 20 16 84
18 Rolita Eka Per 10 14 10 20 12 66
19 Satria Jaya Per 14 20 20 20 20 94
20 Ulfa Novita 12 14 20 20 16 82
Selasa, 04 Mei 2010
Bagaimana Orang Bisa Menemukan "Facebook"
Bagaimana Orang Bisa Menemukan "Facebook"
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
Ternyata kaum remaja sekarang lebih akrab dengan dunia maya dari pada dengan dunia nyata. Dapat dipastikan bahwa mereka kurang begitu mengenal kosa kata tentang benda-benda di sekitar mereka. Apakah mereka masih mengenal tanaman atau benda seperti “bunga ocor bebek, lumut, eceng gondok, putri malu, lumut banto, lintah, keong mas, berudu, kepik (lady bird), pakis, dan lain-lain”. Apa lagi bagi mereka yang berdomisili di daerah urban dan orang tua mereka jarang mengajak mereka untuk menjelajah di alam terbuka, ke sawah, kebun atau ke hutan.
Karena fasilitas internet yang berlimpah- ada di mana-mana- lewat warnet dan cafenet, lewat penggunaan phonecell dan modem pribadi yang diselipkan pada CPU atau Laptop agar dapat mengakes internet maka bermunculan kosa kata baru yang kemungkinan nenek mereka tidak kenal. Sekali lagi bahwa remaja sekarang sangat akrab dengan internet, sehingga mereka telah menjadikan internet sebagai kebutuhan utama. Malah ada yang merasa hidupnya tidak lengkap kalau dalam satu hari tidak mengakses internet.
Karena mereka lebih akrab dengan internet maka tambahan kosa kata mereka juga banyak yang berasal dari dunia cyber ini. Hampir semua pengguna internet kenal dengan “My space, you tube, face book, yahoo, blogging wordpress, skype, twitter”. Ada pengguna internet yang begitu kagum dan sudi untuk membenamkan diri dengan fitur fitur internet ini.
Dari puluhan juta remaja atau lebih dari 250 juta penduduk Indonesia seharusnya ada yang juga sukses dalam internet. Rasanya lebih tepat menganggumi penemu fitur internet dari pada hanya sekedar bangga sebagai pengguna internet. Mayoritas pengguna internet mengenal kata “yahoo dan google”, tetapi ada siapa dibalik kedua kata tersebut ?. Jangan terlalu mengagumi “google” sebagai mesin pencari, namun lebih baik kita kenal siapa penemu google.
Larry page dan dan Sergey Brin dapat dikatakan sebagai hero (pahlawan) dalam dunia ICT. Karena penemuannya atas Google telah membuat dunia menjadi semakin bersinar. Untuk penggunaan yang positif Google membuat dunia lebih cerdas. Larry page, yang nama lengkapnya adalah : Lawrence Edward "Larry" Page. Larrry lahir di Lansing, Michigan- Amerika Serikat. Di awal usia 30-an Larry bersama Sergey Brin menjadi pendiri mesin pencari internet Google dan kemudian menjadi presiden produk pada Google Inc.
Kemudian, Sergey Brin atau nama lengkapnya Sergey Mikhailovich Brin, lahir di Moscow, Soviet Union. Juga di awal usia 30-an (adalah seorang pengusaha Amerika) mempelajari ilmu komputer dan matematika sebelum mendirikan Google dengan Larry Page. Brin adalah presiden teknologi pada Google dan terkaya di dunia.
Duo pendiri ini, Larry Page dan Sergey Brin, awalnya menamakan perusahaan ini ‘Googol’ yang merujuk pada bilangan 10 pangkat 100. mereka adalah dua mahasiswa yang drop out dari program PhD di Stanford. Mereka menamakannya demikian, untuk menyimbolkan proyek algoritma pemeringkat website mereka, sebagai sebuah proyek yang akan melibatkan data yang sangat masif. Tapi saat mencari investor dan bertemu dengan salah satu pendiri Sun, Andy Bechtolsheim, nama ‘Googol’ ditulis menjadi ‘Google’ agar lebih punya nilai jual.
Di tahun 1995 mesin pencari (browsing) Yahoo menjadi saingan terdekat Google. Nama perusahaan ini dipilih oleh Jerry Yang dan David Filo, merupakan kependekan dari ‘Yet Another Hierarchical Officious Oracle’. Tak jelas apakah ‘Officious Oracle’ yang dimaksud adalah proyek Oracle terdahulu yang sempat dikerjakan oleh Larry Ellison dan Bob Oats. Yang pasti, dua mahasiswa Stanford itu juga menyukai arti kata ‘Yahoo’ di kamus, maupun di kisah fiksi besutan Jonathan Swift berjudul Gulliver’s Travel, yang maknanya adalah “kasar atau tak tahu adapt”. Ada lagi jejaring persahabatan yang sangat terkenal dan bermanfaat di internet, jejaring sosial ini adalah seperti: my space, face book, skype dan twitter. Berikut adalah tentang profil situs popular ini.
My space adalah jejaring sosial nomor satu di dunia dengan lebih dari 100 juta pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia baru berusia 23 tahun (cukup muda kan?). “Yel-yel beken situs ini adalah Myspace a place for friends. Situs ini dirintis oleh dua orang yaitu “Chris DeWolfe dan Thomas Anderson”.
Chris DeWolfe (lahir 1966) adalah salah satu pencipta MySpace (bersama dengan Tom Anderson). Dia adalah mantan CEO dari MySpace. Ia lulus dari University of Washington pada tahun 1988, di mana ia menjadi anggota Beta Theta Pi Fraternity, & University of Southern California pada tahun 1997. Dia memiliki akun ke 6 yang pernah dibuat di website. Pada tanggal 22 April 2009, News Corp mengumumkan DeWolfe akan turun sebagai CEO & akan menjadi penasihat strategis untuk MySpace & melayani di dewan MySpace Cina. Mantan eksekutif Facebook Owen Van Natta menggantikannya. Chris DeWolfe telah diprofilkan dalam banyak publikasi besar seperti Fortune dan BusinessWeek.
Thomas "Tom" Anderson (November 8, 1970) adalah presiden, kepala produk dan co-pendiri situs jaringan sosial MySpace. Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2003, bersama dgn Chris DeWolfe. Dia kemudian menjadi penasihat strategis untuk MySpace. Karena baru dibuat account MySpace termasuk Tom sebagai standar "teman," dia telah menjadi dikenal sebagai gambar default MySpace. Pada bulan November 2009, Profil Tom ini telah mendekati 270 juta teman-teman. Pada tahun 2003, ia bekerja untuk eUniverse di bawah pengawasan badan Brad Greenspan, ia dan beberapa karyawan di eUniverse mengatur halaman-halaman pertama MySpace, dan situsnya tumbuh dari sana. Dan menjadi salah satu situs yang paling populer di Amerika Serikat.
Mark dikenal sebagai penemu facebook yang sudah menjadi fenomena di negara kita- Indonesia. Ada kasus pro kontra tentang facebook. Ada yang mengatakan bahwa menggunakan facebook itu haram. Malah dalam sorotan berita media televisi yang mengungkapkan bahwa gara-gara face ada anak gadis yang melarikan diri dengan teman pria facebooknya, sehingga orang tuanya menjadi pusing. Penulis sendiri merasakan manfaat dari eksistensi media atau situs face book ini. Lewat facebook penulis bisa kembali berjumpa dengan teman-teman yang telah berpisah selama lebih dari dua puluh tahun.
Mark, yang nama lengkapnya adalah “Mark Zuckerberg”, sebelumnya adalah mahasiswa universitas Harvard. Ia sungguh kreatif karena ia menemukan / membuat situs ini ketika dia baru berusia 19 tahun. Nama lengkapnya adalah Mark Elliot Zuckerberg (lahir di White Plains, New York, 14 Mei 1984). Ia adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Ia menjadi kaya di umurnya yg relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook di saat masih kuliah degnan bantuan temannya Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz serta Crish Hughes. Ia kemudian menjadi CEO Facebook.
Salah satu kunci suksesnya ialah inovasi. Mark telah menciptakan berbagai aplikasi baru di facebook untuk memberikan kemudahan kepada setiap pengguna facebook di seluruh dunia dalam berkomunikasi. Bahkan, kini facebook telah menghadirkan aplikasi baru dengan wajah baru yang lebih interaktif bagi para penggunanya. Sebenarnya Mark Zuckerberg memulai Facebook pada Februari 2004 dari ruang kamarnya di Harvard. Setelah berhenti sekolah dan pindah ke Silicon Valley, penemu Facebook ini mulai memantapkan langkahnya di bisnis situs jejaring sosial.
Situs jejaring sosial yang lain adalah seperti “Skype”. Skype ditemukan oleh Niklas Zennström dan Janus Friss. Niklas Zennström (lahir 16 Februari 1966) adalah seorang pengusaha Swedia. Pada tahun 2001 Zennström, bersama degnan Janus Friis, salah satu pendiri Kazaa Media Desktop. Pada tahun 2002, Zennström dan Friis membuat Skype yang peer-to-peer jaringan telepon Internet. Ia juga merupakan pendiri perangkat lunak interaktif untuk mendistribusikan TV dan bentuk-bentuk video melalui web didirikan pada tahun 2006 dan Atomico, sebuah perusahaan modal ventura. Zennström memiliki gelar ganda di bidang Administrasi Bisnis (BSc) dan Teknik Fisika (MSc) dari Universitas Uppsala di Swedia.
Janus Friis (lahir 26 Juni 1976 di Kopenhagen) adalah seorang pengusaha Denmark terkenal mendirikan aplikasi file-sharing Kazaa, dan peer-to-peer sebagai aplikasi telephony Skype. Pada bulan September 2005, ia dan rekannya Niklas Zennström menjual Skype ke eBay dan mereka sedang mengerjakan Joost - aplikasi perangkat lunak interaktif untuk mendistribusikan TV dan bentuk lain konten video melalui Web. Sebelum memulai karir wirausaha dengan Zennström, Friis bekerja di meja bantuan CyberCity, penyedia layanan Internet Denmark. Dia tidak memiliki pendidikan tinggi formal sejak putus sekolah tinggi sebelum memulai pekerjaan di CyberCity. Dia bertemu Zennström pada tahun 1996. Pada waktu itu, Zennström menuju Tele2 di Denmark dan Friis dipekerjakan untuk menjalankan dukungan pelanggan.
Kemudian jejaring “Twitter”, ini ditemukan oleh Jack Dorsey. Jack Dorsey (lahir November 19, 1976) adalah seorang arsitek perangkat lunak dan pebisnis terkenal sebagai pencipta Twitter. BusinessWeek menyebutnya sebagai salah satu teknologi yang "best and brightest". Ia menjadi inovator yang menonjol di usia 35 tahun.
Mengapa internet semakin digemari di seluruh dunia ? Salah satunya adalah karena lewat internet kita bisa menonton. Salah satu situs yang berguna sebagai sarana untuk menonton atau sebagai “audio visual” adalah “You Tube”. Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim adalah orang-orang yang berjasa dalam menemukan You Tube.
Chad Hurley, yang nama lengkapnya adalah “Chad Meredith Hurley” (lahir 1976) adalah co-founder dan Chief Executive Officer populer San Bruno, California berbasis situs berbagi video YouTube. Dia menjual YouTube ke Google. Hurley bekerja di divisi PayPal eBay-salah satu tugas yang terlibat merancang logo YouTube dgn sesama rekan Steve Chen dan Jawed Karim.
Steve Chen, atau nama lengkapnya “Steven Shih Chen” (lahir Agustus 1978) adalah co-founder dan Chief Technology Officer dari situs berbagi video populer YouTube. Chen lahir di Taipei, Taiwan. Ketika ia berusia delapan tahun, ia dan keluarganya beremigrasi ke Amerika Serikat. Sebelum itu, ia melewati dua tahun masa kecilnya di Shin Ching SD, Taiwan. Dia adalah seorang karyawan di PayPal awal, di mana ia bertemu Chad Hurley dan Jawed Karim. Pada tahun 2005, tiga didirikan YouTube. Dia kemudian memegang posisi Chief Technology Officer di YouTube.
Jawed Karim, yang nama lengkapnya “Jawed Karim” (lahir 1979) adalah pendiri dari situs berbagi video populer YouTube. Karim lahir di Merseburg, Jerman Timur, pada tahun 1979 dan pindah ke Jerman Barat pada tahun 1980. Ayahnya, Naimul Karim, adalah seorang peneliti di 3M Bangladesh. Ibunya, Christine Karim, adalah seorang asisten peneliti profesor biokimia di University of Minnesota. Karim dibesarkan di Jerman, dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1992. Dia lulus dari Sekolah Tinggi Tengah dan kuliah di University of Illinois di Urbana-Champaign. Dia meninggalkan kampus sebelum lulus untuk menjadi karyawan di PayPal awal, tetapi melanjutkan kuliah, mendapatkan gelar sarjana dlm ilmu komputer di tahun 2004.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sudah selayaknya ada juga orang kita yang juga sukses berinovasi dalam menemukan situs situs yang bermanfaat bagi umat manusia dalam internet. Dari uraian pendek di atas tentu dapat kita peroleh info-info tentang proses kreatif penemu tersebut.
Untuk menjadi penemu situs kaliber dunia maka seseorang tentu perlu akrab dengan komputer dan sains, sebagaimana halnya Sergey Brin yang mempelajari ilmu komputer dan matematika. Kemudian jangan pernah patah hati dalam kegagalan. Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa yang “pernah gagal” atau drop out dari program PhD, tapi tidak patah hati dan selalu berkarya. Selanjutnya ungkapan yang perlu untuk dimiliki adalah “selalu melakukan inovasi”, sebagaimana yang dilakukan Mark Elliot Zuckerberg dalam menemukan Facebook.
Menjadi penemu suatu produk adalah hak warga semua benua, apakah dari Eropa, sebagiman halnya Niklas Zennström asal Eropa (Swedia, Denmark) penemu jejaring sosial”Skype”. Orang Asia juga bisa sukses sebagai penemu jejaring kaliber dunia sebagaimana halnya Steve Chen dari Taipei, Taiwan dan Jawed Karim (ayahnya, Naimul Karim Bangladesh) yang menemukan keduanya menemukan You Tube.
Kunci menjadi penemu dalam bidang internet dan bidang apa saja adalah “milikilah semangat inovasi, jangan pernah mengenal patah hati, kuasai tekhnologi dan sains”. Yang juga perlu untuk diketahui adalah agar memiliki semangat menemukan dan selalu belajar bersama teman atau tempat yang berbudaya/ semangat juang yang tinggi.
Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar
Ternyata kaum remaja sekarang lebih akrab dengan dunia maya dari pada dengan dunia nyata. Dapat dipastikan bahwa mereka kurang begitu mengenal kosa kata tentang benda-benda di sekitar mereka. Apakah mereka masih mengenal tanaman atau benda seperti “bunga ocor bebek, lumut, eceng gondok, putri malu, lumut banto, lintah, keong mas, berudu, kepik (lady bird), pakis, dan lain-lain”. Apa lagi bagi mereka yang berdomisili di daerah urban dan orang tua mereka jarang mengajak mereka untuk menjelajah di alam terbuka, ke sawah, kebun atau ke hutan.
Karena fasilitas internet yang berlimpah- ada di mana-mana- lewat warnet dan cafenet, lewat penggunaan phonecell dan modem pribadi yang diselipkan pada CPU atau Laptop agar dapat mengakes internet maka bermunculan kosa kata baru yang kemungkinan nenek mereka tidak kenal. Sekali lagi bahwa remaja sekarang sangat akrab dengan internet, sehingga mereka telah menjadikan internet sebagai kebutuhan utama. Malah ada yang merasa hidupnya tidak lengkap kalau dalam satu hari tidak mengakses internet.
Karena mereka lebih akrab dengan internet maka tambahan kosa kata mereka juga banyak yang berasal dari dunia cyber ini. Hampir semua pengguna internet kenal dengan “My space, you tube, face book, yahoo, blogging wordpress, skype, twitter”. Ada pengguna internet yang begitu kagum dan sudi untuk membenamkan diri dengan fitur fitur internet ini.
Dari puluhan juta remaja atau lebih dari 250 juta penduduk Indonesia seharusnya ada yang juga sukses dalam internet. Rasanya lebih tepat menganggumi penemu fitur internet dari pada hanya sekedar bangga sebagai pengguna internet. Mayoritas pengguna internet mengenal kata “yahoo dan google”, tetapi ada siapa dibalik kedua kata tersebut ?. Jangan terlalu mengagumi “google” sebagai mesin pencari, namun lebih baik kita kenal siapa penemu google.
Larry page dan dan Sergey Brin dapat dikatakan sebagai hero (pahlawan) dalam dunia ICT. Karena penemuannya atas Google telah membuat dunia menjadi semakin bersinar. Untuk penggunaan yang positif Google membuat dunia lebih cerdas. Larry page, yang nama lengkapnya adalah : Lawrence Edward "Larry" Page. Larrry lahir di Lansing, Michigan- Amerika Serikat. Di awal usia 30-an Larry bersama Sergey Brin menjadi pendiri mesin pencari internet Google dan kemudian menjadi presiden produk pada Google Inc.
Kemudian, Sergey Brin atau nama lengkapnya Sergey Mikhailovich Brin, lahir di Moscow, Soviet Union. Juga di awal usia 30-an (adalah seorang pengusaha Amerika) mempelajari ilmu komputer dan matematika sebelum mendirikan Google dengan Larry Page. Brin adalah presiden teknologi pada Google dan terkaya di dunia.
Duo pendiri ini, Larry Page dan Sergey Brin, awalnya menamakan perusahaan ini ‘Googol’ yang merujuk pada bilangan 10 pangkat 100. mereka adalah dua mahasiswa yang drop out dari program PhD di Stanford. Mereka menamakannya demikian, untuk menyimbolkan proyek algoritma pemeringkat website mereka, sebagai sebuah proyek yang akan melibatkan data yang sangat masif. Tapi saat mencari investor dan bertemu dengan salah satu pendiri Sun, Andy Bechtolsheim, nama ‘Googol’ ditulis menjadi ‘Google’ agar lebih punya nilai jual.
Di tahun 1995 mesin pencari (browsing) Yahoo menjadi saingan terdekat Google. Nama perusahaan ini dipilih oleh Jerry Yang dan David Filo, merupakan kependekan dari ‘Yet Another Hierarchical Officious Oracle’. Tak jelas apakah ‘Officious Oracle’ yang dimaksud adalah proyek Oracle terdahulu yang sempat dikerjakan oleh Larry Ellison dan Bob Oats. Yang pasti, dua mahasiswa Stanford itu juga menyukai arti kata ‘Yahoo’ di kamus, maupun di kisah fiksi besutan Jonathan Swift berjudul Gulliver’s Travel, yang maknanya adalah “kasar atau tak tahu adapt”. Ada lagi jejaring persahabatan yang sangat terkenal dan bermanfaat di internet, jejaring sosial ini adalah seperti: my space, face book, skype dan twitter. Berikut adalah tentang profil situs popular ini.
My space adalah jejaring sosial nomor satu di dunia dengan lebih dari 100 juta pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia baru berusia 23 tahun (cukup muda kan?). “Yel-yel beken situs ini adalah Myspace a place for friends. Situs ini dirintis oleh dua orang yaitu “Chris DeWolfe dan Thomas Anderson”.
Chris DeWolfe (lahir 1966) adalah salah satu pencipta MySpace (bersama dengan Tom Anderson). Dia adalah mantan CEO dari MySpace. Ia lulus dari University of Washington pada tahun 1988, di mana ia menjadi anggota Beta Theta Pi Fraternity, & University of Southern California pada tahun 1997. Dia memiliki akun ke 6 yang pernah dibuat di website. Pada tanggal 22 April 2009, News Corp mengumumkan DeWolfe akan turun sebagai CEO & akan menjadi penasihat strategis untuk MySpace & melayani di dewan MySpace Cina. Mantan eksekutif Facebook Owen Van Natta menggantikannya. Chris DeWolfe telah diprofilkan dalam banyak publikasi besar seperti Fortune dan BusinessWeek.
Thomas "Tom" Anderson (November 8, 1970) adalah presiden, kepala produk dan co-pendiri situs jaringan sosial MySpace. Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2003, bersama dgn Chris DeWolfe. Dia kemudian menjadi penasihat strategis untuk MySpace. Karena baru dibuat account MySpace termasuk Tom sebagai standar "teman," dia telah menjadi dikenal sebagai gambar default MySpace. Pada bulan November 2009, Profil Tom ini telah mendekati 270 juta teman-teman. Pada tahun 2003, ia bekerja untuk eUniverse di bawah pengawasan badan Brad Greenspan, ia dan beberapa karyawan di eUniverse mengatur halaman-halaman pertama MySpace, dan situsnya tumbuh dari sana. Dan menjadi salah satu situs yang paling populer di Amerika Serikat.
Mark dikenal sebagai penemu facebook yang sudah menjadi fenomena di negara kita- Indonesia. Ada kasus pro kontra tentang facebook. Ada yang mengatakan bahwa menggunakan facebook itu haram. Malah dalam sorotan berita media televisi yang mengungkapkan bahwa gara-gara face ada anak gadis yang melarikan diri dengan teman pria facebooknya, sehingga orang tuanya menjadi pusing. Penulis sendiri merasakan manfaat dari eksistensi media atau situs face book ini. Lewat facebook penulis bisa kembali berjumpa dengan teman-teman yang telah berpisah selama lebih dari dua puluh tahun.
Mark, yang nama lengkapnya adalah “Mark Zuckerberg”, sebelumnya adalah mahasiswa universitas Harvard. Ia sungguh kreatif karena ia menemukan / membuat situs ini ketika dia baru berusia 19 tahun. Nama lengkapnya adalah Mark Elliot Zuckerberg (lahir di White Plains, New York, 14 Mei 1984). Ia adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Ia menjadi kaya di umurnya yg relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook di saat masih kuliah degnan bantuan temannya Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz serta Crish Hughes. Ia kemudian menjadi CEO Facebook.
Salah satu kunci suksesnya ialah inovasi. Mark telah menciptakan berbagai aplikasi baru di facebook untuk memberikan kemudahan kepada setiap pengguna facebook di seluruh dunia dalam berkomunikasi. Bahkan, kini facebook telah menghadirkan aplikasi baru dengan wajah baru yang lebih interaktif bagi para penggunanya. Sebenarnya Mark Zuckerberg memulai Facebook pada Februari 2004 dari ruang kamarnya di Harvard. Setelah berhenti sekolah dan pindah ke Silicon Valley, penemu Facebook ini mulai memantapkan langkahnya di bisnis situs jejaring sosial.
Situs jejaring sosial yang lain adalah seperti “Skype”. Skype ditemukan oleh Niklas Zennström dan Janus Friss. Niklas Zennström (lahir 16 Februari 1966) adalah seorang pengusaha Swedia. Pada tahun 2001 Zennström, bersama degnan Janus Friis, salah satu pendiri Kazaa Media Desktop. Pada tahun 2002, Zennström dan Friis membuat Skype yang peer-to-peer jaringan telepon Internet. Ia juga merupakan pendiri perangkat lunak interaktif untuk mendistribusikan TV dan bentuk-bentuk video melalui web didirikan pada tahun 2006 dan Atomico, sebuah perusahaan modal ventura. Zennström memiliki gelar ganda di bidang Administrasi Bisnis (BSc) dan Teknik Fisika (MSc) dari Universitas Uppsala di Swedia.
Janus Friis (lahir 26 Juni 1976 di Kopenhagen) adalah seorang pengusaha Denmark terkenal mendirikan aplikasi file-sharing Kazaa, dan peer-to-peer sebagai aplikasi telephony Skype. Pada bulan September 2005, ia dan rekannya Niklas Zennström menjual Skype ke eBay dan mereka sedang mengerjakan Joost - aplikasi perangkat lunak interaktif untuk mendistribusikan TV dan bentuk lain konten video melalui Web. Sebelum memulai karir wirausaha dengan Zennström, Friis bekerja di meja bantuan CyberCity, penyedia layanan Internet Denmark. Dia tidak memiliki pendidikan tinggi formal sejak putus sekolah tinggi sebelum memulai pekerjaan di CyberCity. Dia bertemu Zennström pada tahun 1996. Pada waktu itu, Zennström menuju Tele2 di Denmark dan Friis dipekerjakan untuk menjalankan dukungan pelanggan.
Kemudian jejaring “Twitter”, ini ditemukan oleh Jack Dorsey. Jack Dorsey (lahir November 19, 1976) adalah seorang arsitek perangkat lunak dan pebisnis terkenal sebagai pencipta Twitter. BusinessWeek menyebutnya sebagai salah satu teknologi yang "best and brightest". Ia menjadi inovator yang menonjol di usia 35 tahun.
Mengapa internet semakin digemari di seluruh dunia ? Salah satunya adalah karena lewat internet kita bisa menonton. Salah satu situs yang berguna sebagai sarana untuk menonton atau sebagai “audio visual” adalah “You Tube”. Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim adalah orang-orang yang berjasa dalam menemukan You Tube.
Chad Hurley, yang nama lengkapnya adalah “Chad Meredith Hurley” (lahir 1976) adalah co-founder dan Chief Executive Officer populer San Bruno, California berbasis situs berbagi video YouTube. Dia menjual YouTube ke Google. Hurley bekerja di divisi PayPal eBay-salah satu tugas yang terlibat merancang logo YouTube dgn sesama rekan Steve Chen dan Jawed Karim.
Steve Chen, atau nama lengkapnya “Steven Shih Chen” (lahir Agustus 1978) adalah co-founder dan Chief Technology Officer dari situs berbagi video populer YouTube. Chen lahir di Taipei, Taiwan. Ketika ia berusia delapan tahun, ia dan keluarganya beremigrasi ke Amerika Serikat. Sebelum itu, ia melewati dua tahun masa kecilnya di Shin Ching SD, Taiwan. Dia adalah seorang karyawan di PayPal awal, di mana ia bertemu Chad Hurley dan Jawed Karim. Pada tahun 2005, tiga didirikan YouTube. Dia kemudian memegang posisi Chief Technology Officer di YouTube.
Jawed Karim, yang nama lengkapnya “Jawed Karim” (lahir 1979) adalah pendiri dari situs berbagi video populer YouTube. Karim lahir di Merseburg, Jerman Timur, pada tahun 1979 dan pindah ke Jerman Barat pada tahun 1980. Ayahnya, Naimul Karim, adalah seorang peneliti di 3M Bangladesh. Ibunya, Christine Karim, adalah seorang asisten peneliti profesor biokimia di University of Minnesota. Karim dibesarkan di Jerman, dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1992. Dia lulus dari Sekolah Tinggi Tengah dan kuliah di University of Illinois di Urbana-Champaign. Dia meninggalkan kampus sebelum lulus untuk menjadi karyawan di PayPal awal, tetapi melanjutkan kuliah, mendapatkan gelar sarjana dlm ilmu komputer di tahun 2004.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sudah selayaknya ada juga orang kita yang juga sukses berinovasi dalam menemukan situs situs yang bermanfaat bagi umat manusia dalam internet. Dari uraian pendek di atas tentu dapat kita peroleh info-info tentang proses kreatif penemu tersebut.
Untuk menjadi penemu situs kaliber dunia maka seseorang tentu perlu akrab dengan komputer dan sains, sebagaimana halnya Sergey Brin yang mempelajari ilmu komputer dan matematika. Kemudian jangan pernah patah hati dalam kegagalan. Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa yang “pernah gagal” atau drop out dari program PhD, tapi tidak patah hati dan selalu berkarya. Selanjutnya ungkapan yang perlu untuk dimiliki adalah “selalu melakukan inovasi”, sebagaimana yang dilakukan Mark Elliot Zuckerberg dalam menemukan Facebook.
Menjadi penemu suatu produk adalah hak warga semua benua, apakah dari Eropa, sebagiman halnya Niklas Zennström asal Eropa (Swedia, Denmark) penemu jejaring sosial”Skype”. Orang Asia juga bisa sukses sebagai penemu jejaring kaliber dunia sebagaimana halnya Steve Chen dari Taipei, Taiwan dan Jawed Karim (ayahnya, Naimul Karim Bangladesh) yang menemukan keduanya menemukan You Tube.
Kunci menjadi penemu dalam bidang internet dan bidang apa saja adalah “milikilah semangat inovasi, jangan pernah mengenal patah hati, kuasai tekhnologi dan sains”. Yang juga perlu untuk diketahui adalah agar memiliki semangat menemukan dan selalu belajar bersama teman atau tempat yang berbudaya/ semangat juang yang tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Welcome
Selamat datang ke BOX saya
singgahlah
lihat-lihat apa saja hidangan yang ada dalamnya
mana tahu TUAN dan PUAN berkenan
ya download lah
terima kasih
Febrianto Ichigawa
singgahlah
lihat-lihat apa saja hidangan yang ada dalamnya
mana tahu TUAN dan PUAN berkenan
ya download lah
terima kasih
Febrianto Ichigawa