Minggu, 21 Juni 2009

Alamat Tesis Gratisan:UNTUK INDONESIA KU


Alamat Tesis Gratisan:
UNTUK INDONESIA KU


teman-teman yang butuh info tentang tesis dan skripsi dan juga disertasi

kunjungi blog Pak Anto ini



http://etheses.uwaterloo.ca/
http://scholar.lib.vt.edu/theses/browse/by_department/m.html
http://157.193.192.174/publications/download/
http://etd.gatech.edu/ETD-db/ETD-browse/browse?first_letter=B
http://etd.lib.fsu.edu/ ETD-db/ETD-browse/browse?first_letter=all;browse_by=department
http://tel.ccsd.cnrs.fr/perl/searchml?LANG=en
http://www.theses.ulaval.ca/
http://e-collection.ethblb.ethz.ch/diss/index_e.html
http://www.gcw.nl/dissertations/
http://www.uwstout.edu/lib/theses/2003/

Untuk situs di bawah ini, harus di-klik dulu parent directory-nya

http://www.cis.upenn.edu/group/gunter/dist/
http://mpge.ou.edu/research/documents/
http://mathdiss.mathguide.de/index.html
http://tennessee.cc.vt.edu/~lming/cgi-bin/ODL/nm-ui/MDEdit/index.pl?action=add&schen
http://www.ub.rug.nl/eldoc/dis/science/
http://etheses.nottingham.ac.uk/
http://lib.tkk.fi/Diss/
http://ethesis.inp-toulouse.fr/archive/00000098/
http://www.library.umaine.edu/theses/

SELAMAT BERSELANCAR!!!!


Paradigma Baru: Menjadi PNS Plus


Paradigma Baru: Menjadi PNS Plus
Oleh Marjohan, M.Pd
Guru SMA Negeri 3 Batusangkar

Judul artikel ini memberi label “plus”, untuk apa gerangan ? Pertama, karena adanya fenomena bahwa masyarakat sangat peduli pada label atau merek. Keberadaan label cukup mampu dalam menggenjot kualitas dalam berbagai bidang kehidupan. Kedua, bahwa PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah aparatur negara, hidup mereka dibiayai oleh negara, jumlah mereka cukup banyak. Kualitas dan eksistensi mereka menentukan wibawa pemerintah, apakah mereka menjadi PNS yang penuh amanah atau PNS penyedot anggaran negara ?
Shakespeare,tokoh sastra dari Eropa, berkata ”what is the name ?”, apalah arti sebuah nama atau apalah artinya sebuah label ? Bukan demikian halnya, ternyata nama sangat memiliki arti dan nilai yang tinggi. Saat seorang bayi lahir ke dunia, orang tuanya sibuk mencari nama. Ada yang pergi ke internet dan mengklik pass word koleksi nama-nama indah pada mesin google. Sebagian ada yang meminjam, secara diam-iam, nama-nama figur dari kalangan selebriti, atlet, ilmuwan, alim ulama dan negarawan. Bagi yang minder dengan nama dalam budaya dan budaya sendiri, karena kurang mengenal hakikat budaya dan agama, maka mereka memungut nama dari dunia barat. Syukur kalau nama yang dipungut adalah nama tokoh yang baik bukan nama tokoh sindikat kriminal. .
Seharusnya orang tua membei nama haruslah penuh dengan pertimbangan, jangan membuat anak malu dan rendah diri gara-gara nama. Orang tua perlu melakukan koreksi nama sebelum terlanjur, misal nama anak ”maisir atau annar”, walau kata-kata ini ada dalam alquran, tetapi berarti ”judi dan neraka”. Ada lagi orang tua memberi anak nama ”mastur, tanya” maka ditambah menjadi masturbasi, dan tanya jawab. Atau memberi anak nama bernuansa maskulin untu anak perembuan atau nama bernuansa feminin untuk anak laki-laki, ”Mana dia ibu Nurbadri ?” tahu-tahu yag muncul adalah pria tulen bertubuh atletis.
Nama atau label berpotensi dalam mengangkat citra atau kualitas sesuatu. Label lama yang menunjukan kualitas adalah menggunakan kata ”bangko”, sebagai contoh ”ayam bangkok” atau produk alam lain yang bentuk dan kualitasnya prima. Atau label alam lain seperti ”beras solok, rambutan binjai, salak medan, petai lintau, apel wasington, karpet persia, dan lain-lain”. Label produk alam ini selalu dicari orang.
Kemudian orang menggunakan kata ”super” atau ”unggul” untuk produk ternak dan produk alam. Maka orang pasti lebih menyukai ”jagung super, sapi unggul, beras unggul, sayur organik super dan jeruk super”. Kata-kata super berarti menggambarkan suatu produk alam yang berkualitas- sehat, gemuk, segar, gurih, cerah dan bergizi tinggi. Untuk memperolehnya orang tidak segan-segan untk merogoh kocek untuk membayar produk berlabel unggul atau super, kalau itu memang terbukti, kalau tidak ”ya, say good bye”.
Ketika fenomena prestasi dan kualitas pendidikan kita selalu jalan di tempat, maka para pemikir dan stakeholder pendidikan melakukan gebrakan dalam pembaharuan. Untuk institusi pendidikan kemudian munculah label. Label yang menjelaskan bahwa telah terjadi peningkatan kualitas atau pelayanan dalam pendidikan seperti label dengan menggunakan kata-kata ”plus, unggul, alami, akselerasi, satu atap, perintis, dan sekarang dengan program RSN (Rintisan standar nasional) dan SNBI (Sekolah nasional berstandar internasional). Maka bermunculanlah sekolah dengan program dan pelayanan yang sesuai dengan label yang diadopsi seperti; sekolah plus, sekolah model, sekolah perintis, sekolah percontohan, sekolah alam, sekolah satu atap, sekolah unggul, sekolah akselerasi, sekolah standar nasional, sekolah berstandar intenasional, dan belum tertutup kemungkinan untuk muncul label-label yang baru dan unik. Tentu saja penggunaan label-label ini sangat positif dan efektif untuk mendongkrak kualitas pendidikan. Siswa yang belajar di sekolah yang belabel sekolah model tentu akan malu kalau belajar denga gaya santai dan malas.
Setelah kualitas anak-anak bangsa anjlok dan banyak disoroti sehingga lahirlah kata-kata atau label seperti yang telah disinggung dalam kalimat sebelumnya. Kini bagaimana pula dengan kualitas dan ekistensi PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang jumlahnya sangat banyak.
Menurut pantauan masyarakat- dan banyak yang mengatakan- bahwa menjadi PNS itu enak, rajin atau malas atau sakit dan senang tetap menerima gaji tiap bulan. Namun sebagian masyarakat juga banyak yang kritis dan memberikan kritik untuk perubahan. Mereka berpendapat bahwa profesi PNS sebagai profesi yang miskin tantangan dan kurang mengenal kompetitif. Hal ini terlihat pada anggota masyarakat yang minus jiwa kreativitas dan jiwa innovasinya.
Memang, orang jarang melihat PNS yang kreatif. Yang sering terlihat adalah PNS yang suka keluyuran, PNS yang suka makan gaji buta, PNS yang suka menerima amplop, PNS yang kurang bisa untuk merawat diri. Sapai kepada PNS yang suka berselingkuh dan kawin batambuah. Sesungguhny di belakang PNS yang kurang berkualitas tentu ada banyak PNS yang berkualitas dan penuh inovasi. Inilah PNS yang dikatakan sebagai ”PNS Plus”.
PNS adalah corp (dalam bahasa Perancis yang berarti ”tubuh”). PNS adalah kesatuan dari aparatur pemerintah dan ia terdiri dari puluhan jenis profesi. Profesi PNS yang dikenal luas adalah seperti ”dosen, insinyur, hukum, dan guru. Ada lagi orang yang kalau mendengar kata ”PNS” maa bagi mereka adalah orang-orang yang bekerja di kantor kantor pemerintah, berseragam pemda, berjalan sedikit terkesan santai dan hari-hari penuh enjoy. Mereka tidak melihat dibalik pemandangan yang demikian juga ada PNS yang berkualitas lebih atau PNS plus.
Di seputar diri kita ada banyak PNS yang berkualitas plus. Cerita PNS yang berkualitas plus juga bisa dibaca daam kumpulan biografi orang-orang sukses. Dalam buku ”Siapa mengapa sejumlah orang Minang” (Zoelverdi,1995) juga terdapat sejumlah tokoh PNS yang tergolong sukses dan mereka adalah seperti Alis Marajo, Averdi, Mochtar Naim, Djoko Syarief, Mohammad Anshar, serta ada beberapa nama lain, mereka adalah PNS berlabel plus.
Alis Marajo ketika kecil memilih cita-cita yang tinggi dan bersitungkin dalam belajar (belajar keras). Anak-anak yang tidak punya budaya belajar keras diragukan akan berhasil. Ia tertarik untuk kuliah di ITB atau Kedokteran dan memilih kuliah di Kedokteran. Menjadi mahasiwa tidak harus terkungkung dengan mencatatat dan menghafal catatan seperti kebiasaan banyak mahasiswa. Arlis juga aktif berorganisasi di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan AMPI. Di kemudian hari, karirnya adalah di bidang kedokteran, namun ia bukan dokter yang biasa. Ia adalah dokter yang luar biasa. Ia adalah dokter yang tahu politik dan tahu dengan adat istiadat. Inilah yang membuat Arlis sebagai dokter berlabel plus.
Averdi adalah seorang dokter yang juga dapat dikatakan sebagai dokter plus karena ia aktif dan tahu dengan adat istiadat. Karakter berkualitas plus terbentk karena ia terbiasa dengan disiplin dan sikap jujur.
Mochtar Naim berasal dari orang tua yang berprofesi sebagai pedagang harian dan ia didik dengan agama yang kuat. Waktu kecil ia gemar membaca dan ia mempunyai tokoh idola seperti Soekarno, Hatta, Assa’at dan lain-lain. Ia kuliah di Yogyakarta dan mendirikan study club dan mengundang tokoh terkenal untuk berdialog. Menjadi orang berkualitas plus harus aktif dalam hidup. Ia kemudia menjadi dosen yang berkualitas plus- ahli sosilog dan penulis.
Djoko Sarif juga termasuk kategori orang berkualitas (dosen). Sejak kecil semangat menunut ilmunya sangat tinggi. Saat kuliah, karena susah dengan keuangan maka ia kuliah sambil bekerja- sambil kuliah ya dagang buku- ia jadi agen penerbit luar negeri. Ia mempunyai pustaka pribadi dengan koleksi buku 20.000 judul dan ia sendiri telah menulis 20 judul buku. Inilah yang membuatnya menjadi dosen berkualitas plus.
Mohammad Anshar adalah juga dosen berkualitas plus. Ia mengatakan bahwa di Indonesia banyak pelajar dan mahasiswa yang menggantungkan diri pada guru atau dosen. Di Amerika mahasiswa dan pelajar punya inisiatif- belajar sendiri dan membaca sendiri- karena membaca sudah menjadi budaya dalam keluarga. Ia mempunya semboyan ”tiada hari tanpa belajar”.
Menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah keharusan dan bukan paradigma baru seperti judul artikel ini. PNS yang berkualitas plus akan mempunyai martabat lebih tinggi di mata masyarakat. Banyak orang saat kecil sangat rajin dan saat kuliah bisa mengukir berbagai prestasi tetapi begitu lolos menjadi PNS mereka berhenti untuk belajar dan mengembangkan diri. Mereka memilih menjadi orang biasa-biasa saja, PNS yang biasabiasa saja, PNS yang suka dengan istilah enjoy ingin serba senang saja. Rutinitas hidupnya sangat monoton ” dari rumah ke tempat tugas, kerja sedikit kemudian santai dan pulang lagi ke rumah”. Kemudian pandangan di rumah kurang memperlihatkan aktifitas plus atau kegiatan yang berbeda dari orang-orang yang biasa. Maka figurnya juga menebarkan prilaku hidup santai sehingga orang berfikir ”oo begini ya yang namanya PNS itu”. Maka seharusnya jadilah PNS plus lewat budaya selalu belajar dan berkarya dalam hidup, mengikuti berbagai aktifitas dan memberikan nilai plus bagi orang dan bagi dri sendiri.

Senin, 08 Juni 2009

Mendidik Anak Dengan Konsep Coba-Coba

Mendidik Anak Dengan Konsep Coba-Coba
oleh : Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

Dalam penggunaan bahasa bahwa kata “orang tua” dan “guru” sering disandingkan dan menjadi frase “orang tua dan murid”. Ini terjadi karena kedua tokoh ini memegang peranan penting dalam mendidik dan menemani anak untuk tumbuh dan berkembang.
Hampir semua orang menyadari tentang keberadaan keluarga, orang tua (ayah-ibu) sebagai figure sentral dalam melaksanakan tugas mendidik anak. Kemudian di sekolah, guru sebagai figur atau tokoh sentral dalam mendidik murid di sekolah. Namun orang tua dan guru perlu menyadari bagaimana menjadi pendidik yang baik.
Orang tua adalah guru pertama dalam kehidupan setiap anak. Mereka terlibat dalam proses pembelajarannya di rumah dan dimana saja, dengan alokasi waktu belajar selama 24 jam setiap hari. Berarti di rumah pada umumnya ada dua guru (ayah dan ibu) dan satu atau dua orang anak. Apalagi karena orang tua muda sekarang cenderung mengadopsi program keluarga berencana- cukup dua anak (pria wanita sama saja !). Itu berarti bahwa mereka melakukan proses pengajaran di rumah untuk menjadi manusia yang baik dengan intensif mulai dari anak bangun tidur sampai kepada anak tidur lagi.
“Nah habis tidur kita harus baca doa, kemudian sholat, kemudian merapikan tempat tidur…”, kata seorang ibu (ayah) sambil menuntun anak untuk mulai beraktifitas dengan bahasa yang santun. “hei buyung …. bangun, mandi….matahari dan sekolah…., hai banguun”, bentak orang tua di tempat yang lain dengan gaya bahasa yang penuh emosi. Tentu ada pula proses pembelajaran model lain, yaitu membiarkan anak tidur atau bangun kapan saja suka, terlalu membiarkan atau serba banyak membantu anak. Bentuk-bentuk sentuhan dan cara berkomunikasi antara anak dan orang tua akan menentukan kualitas pendidikan mereka kelak.
Untuk mendapatkan pendidikan rumah (untuk anak) yang berkualitas maka proses beraktifitas di rumah juga harus unggul. Untuk itu apakah orang tua (sesuai dengan kemampuan) telah menyediakan fasilitas pembelajaran. Kalau tidak salah lihat bahwa banyak orang tua yang cenderung menghujani anak dengan fasilitas hiburan. Untuk membuktikannya mari kita kunjungi ke rumah-rumah mereka dan temukan: “mana yang banyak koleksi yang dimiliki anak antara koleksi mainan dengan koleksi bacaan ?”. Apakah anak-anak kita telah memiliki koleksi cerita-cerita nabi, koleksi biografi tokoh untuk membantu mereka dalam mencari identitas diri. Memiliki koleksi mainan untuk anak tidak salah, karena ini bisa membuat anak berani dan cerdas tapi bacaan jangan diabaikan. Namun malah cukup banyak orang tua yang sudi memiliki koleksi keramik dari pada menyediakan perpustakaan bagi anggota keluarga.
Eksistensi guru di sekolah sebagai pendidik juga ikut mewarnai bagaimana mutu anak-anak bangsa ini kelak. Tentu saja untuk menghasilkan generasi yang terdidik dengan baik (cerdas dan ungggul) maka juga diperlukan sentuhan tangan guru-guru yang cerdas dan unggul. Orang mengatakan bahwa ada guru-guru yang unggul dan guru-guru yang tidak unggul. Dalam bahasa plesetannya “ada guru luar biasa dan ada guru yang biasa di luar”. Bangsa ini begitu sibuk membenahi pendidikan gara-gara kualitas pendidikan belum kunjung memuaskan, sementara di negara maju mereka sibuk berbikir bagaimana bisa menghasilkan teknologi baru. Maka ini pasti karena populasi guru-guru tidak unggul atau “guru-guru biasa di luar” guru-guru yang terkesan suka santai, belum kreatif, belum professional, dan kurang suka berinivasi.
Seperti disebutkan sebelumnya bahwa orang tua dan guru adalah dua buah kata yang selalu disandingkan menjadi “parents and teacher”. Mereka perlu tahu tentang permasalahan pendidikan anak-anak/siswa. Permasalahan umum mereka adalah malas belajar, tidak mandiri, kurang memiliki harga diri, tidak patuh, dan suka membangkang. Ini semua dapat dikatakan sebagai penyakit pedagogie atau penyakit dalam pendidikan. Ini mungkin disebabkan oleh gaya kiya sendiri yang salah asuh.
Tanpa merujuk pada teori, maka orang awam pun tahu bahwa anak jadi malas adalah karena mereka miskin motivasi hidup. Orang tua gagal dalam menumbuhkan memotivasi mereka. Anak kurang terbiasakan dalam melakukan aktifitas, no house work and no school work. Atau kita sebagai orang tua malah menjadi figur yang juga pemalas, anak disuruh belajar dan kita tidak pernah belajar untuk jadi orang tua yang ideal.
Pengalaman di sekolah bahwa siswa laki-laki yang pemalas bisa jadi karena memiliki ayah yang juga pemalas- tidak peduli dalam urusan pendidikan anak. Selanjutnya anak menjadi pemalas karena mungkin ayah dan ibu mereka sedang dilanda broken home, selalu bertengkar dan cekcok sehingga anak jadi bingung dan putus asa.
Anak tidak mandiri ? Orang awam juga tahu bahwa anak yang kurang mandiri adalah karena mereka terbiasa banyak dibantu mulai dari bangun sampai tidur lagi. Mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan- tidak dibiasakan mengurus yang kecil-kecil (merapikan kamar), menjaga keberhasilan diri (banyak anak laki-laki tampil sembraut), sampai ikut berpartisipasi dalam merapikan rumah. Atas nama rasa sayang, banyak orang tua yang memonopoli semua pekerjaan rumah sehingga anak tidak memperoleh kuota kegiatan. Seharusnya anak diberi kerja paling kurang memotong rumput di depan rumah, memungut sampah, atau membersihkan pakaian sendiri. Kalau mereka tidak terbiasa beraktifitas maka mustahil bisa menjadi generasi yang mandiri kelak. Malah mereka akan miskin dengan life skill hingga jadi beban hidup bagi orang lain.
Hargailah pribadi anak sejak usia dini kalau tidak maka mereka akan kehilangan harga diri. Sebahagian kita banyak yang hanya gemar banyak menyuruh, memerintah sampai kepada mengomeli anak, namun kurang peduli dalam menghargainya- acuh saja kalau mereka berbicara dan kikir dalam memberi pujian atau prestasi mereka. Sering orang dewasa (orang tua, guru, tante, paman, pengasuh) dalam bertindak menggunakann segenggam kekuasaan. Ini terlihat dari gaya bahasa yang banyak memerintah “kamu harus…., kamu jangan…., kamu musti…., kamu tidak boleh….., pokok nya harus patuh”. Dibalik kekuasaan dalam bentuk banyak menyuruh dan melarang mereka malah miskin dalam memuji dan dan menjaga hati anak. Akibatnya maka lahirlah anak-anak yang pendendam, tidak punya harga diri dan generasi yang berjiwa labil- mudah stress dan mudah putus asa.
Selanjutnya tentang gejala membangkang pada anak, selain karena faktor remaja (kalau ia berusia remaja) yang memperlihatkan gejala suka berontak, juga karena faktor pemodelan orang tua yang juga gemar dengan budaya menghardik. Orang tua penghardik, berbahasa kasar, tidak kenal mufakat berpotensi melahirkan anak yang berkarakter pembangkang. Demikian pula bagi keluarga yang kurang tersentuh oleh sajadah dan alquran, anak-anak mereka juga cendrung terlihat gemar membangkang, itu karena miskin dengan sentuhan spiritual.
Seharusnya mendidik dan mengasuh anak itu menjadi lebih mudah, indah dan menghadirkan banyak anugerah bagi orang tua. Jika kita mau memahami ungkapan popular: dengan ilmu hidup mudah, dengan agama hidup mudah dan dengan seni hidup indah. Ini memberi penekanan bahwa orang tua dan juga guru perlu untuk menuntut ilmu (yang relevan untuk kepentingan parenting dan teaching adalah ilmu psikologi dan pedagogi) dan membudayakan otodidak dan gemar membaca.
Banyak orang tua merasakan kehadiran anak menjadi beban hidup. Ini terjadi karena mereka menjadi orang tua tanpa punya bekal dalam mendidik. Fenomena dalam masyarakat bahwa banyak orang saat menikah tidak mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik dan bagaimana kelak dalam mendidik anak. Maka tidak heran kalau sebahagian orang tua menjadi orang tua yang miskin dengan ilmu dan konsep penidikan. Yang terpantau adalah mendidik anak dengan “metode warisan”. Anak perlu dihardik dan dimarahi karena orang tua sebelumnya juga menghardik dan memarahi. “Aku harus bersikap keras pada anak karena ayah-ibu seperti itu dulu”. Malah sebahagian orang tua mendidik anak dengan konsep coba-coba- try and error.
Pendidikan di negara maju bisa menjadi maju adalah karena faktor rekruitmen guru yang berkualitas. Mereka menjaring guru yang berpotensi- cerdas dan professional, bukan menjaring guru hanya lewat sebatas “tes potensi akademik- TPA” yang bisa dikuasai secara ngebut semalam suntuk dan lulus dalam test PNS. Test atau seleksi model begini sangat bagus dalam menjaring guru yang smart street atau guru yang pandai-pandai dan bukan guru smart akademic atau guru yang pandai, tapi bukan menjaring guru berpotensi dan professional. Faktor lain yang membuat negara maju jadi maju adalah juga faktor kesiapan orang lewat program parenting untuk menjasi orang tua, guru pertama anak di rumah.
Potensi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang cukup pesat adalah sejak dalam kandungan hingga usia delapan tahun. Ini berarti bahwa rumah menjadi faktor penting untuk menentukan seorang anak tumbuh prima sebelum mereka pergi ke sekolah. Maka di Amerika Serikat dan juga di negara maju lainnya banyak orang teetarik untuk mengikuti kursus bagaimana menjadi orng tua yangb ideal melalui program “parents as the teacher”. Keluarga dengan anak-anak yang berusia 0-3 tahun mengikuti program tersebut, di Indonesia mungkin semacam kegiatan posyandu- namun posyandu harus lebih berkualitas lagi, jangan terkesan asal-asalan melulu: datang, timbang bayi, tetes vitamin dan pulang (kemudian di rumah orang tua tidak belajar tentang merawat dan mendidik balita dan sang ayah tidak mau tahu). Bagi negara maju Inilah rahasianya mengapa mereka bias maju dan kita tidak heran kalau anak-anak mereka tumbuh cerdas karena pasangan suami isteri ketika menikah mereka sudah disiapkan jadi orang tua. Sementara fenomena pendidikan kita, dalam urusan mendidik, terlalu menyerahkan peran mendidik pada pihak sekolah. Ada yang beranggapan bahwa sekolah adalah perpanjangan tangan orang tua dalam mendidik anak. Kalau begitu apa saja peran dan tanggung jawab orang tua lagi ?
Kini sudah saatnya bagi kita untuk mengubah paradigm lama dan memiliki paradigm baru. Mari menjadi orang tua sebagai educator yang baik dan bertnggung jawab. Kita menyuruh anak belajar dan kita sendiri juga belajar- long life education- untuk menjadi orang tua yang ideal.

Soal

1. Penyebab benda berotasi adalah
AGaya D. momentum sudut
B.momen gaya E. impuls
C.momentum

2. Sebuah tongkat homogen panjang 80 cm. Pada salah satu ujungnya diberi gaya 10 N dengan membentuk sudut 30o terhadap panjang tongkat ,sehingga tongkat berputar searah jarum jam. Momen gaya yang dihasilkan oleh gaya tersebut adalah ... .
a. 2 Nm
b. 4 Nm
c. 5 Nm
d. 6 Nm
e. 8 Nm

3. Hukum 2 Newton pada dinamika gerak rotasi benda tegar dapat ditulis sebagai ...…
a. Στ = m.α
b. L =I.ω
c. Στ = I.α
d. L = m.ω
e. L = I.α

4. Perhatikan gambar di samping ! Seutas tali dengan massa yang diabaikan dililitkan pada roda dan ujung bebasnya digantungi beban bermasa m. Ketika beban di lepas dari keadaan diam, ternyata dalam waktu 2 sekon, beban turun 200 cm. Jika jari-jari roda = R dan g = 10 ms-2, maka momen inersia roda dinyatakan dalam m dan R adalah ……
a. 1 mR2 d. 10 mR2
b. 4,5 mR2 e. 18 mR2
c. 9 mR2

5. Sebuah bola ( I=2/5 mr2 )berjari-jari 25 cm massa 0,5 kg,berotasi dengan percepatan angular 3 rad/s2 . Besar gaya yang bekerja pada bola tersebut adalah ....
a. 0,03 N
b. 0,125 N
c. 0,15 N
d. 0,25 N
e. 0,75 N

6. Pada sebuah katrol yang berjari-jari 10 cm disangkutkan tali yang massanya diabaikan. Ujung-ujung tali diberi beban 6 kg dan 3 kg. Jika momen inersia katrol 0,05 kgm2 maka percepatan gerak beban adalah ... .
a. 0,5 m/s2
b. 1 m/s2
c. 1,5 m/s2
d. 2,0 m/s2
e. 2,5 m/s2

7. Seorang penari berputar, tangan terentang sepanjang 160 cm. Kemudian tangan dilipat menjadi 80 cm, sepanjang siku, jika kecepatan sudut putar dari penari itu tetap maka momentum liniernya ...
A. tetap
B. menjadi 1/2kali semula
C. menjadi 1/4kali semula
D. menjadi 2 kali semula
E. menjadi 4 kali semula

8. Sebuah bola pejal (I=2/5 mr2) melakukan gerak translasi dan rotasi pada sebuah bidang miring yang mempunyai ketinggian 1,75 m. jika g = 10 m/s2, kecepatan bola pada kaki bidang miring adalah…. m/s
a. 9
b. 8
c. 7
d. 6
e. 5

9. Dua benda masing-masing bermassa 2 kg dan 4 kg digantung pada sebuah katrol yang bermassa 8 kg. Percepatan benda adalah ....
A. 5 m/s2
B. 4 m/s2
C. 3 m/s2
D. 2 m/s2
E. 1 m/s2

10. Gambar di bawah menunjukkan 4 benda yang berada
dalam keadaan seimbang.
Keseimbangan yang stabil ditunjukkan oleh gambar …
............
A. (1), (2) dan (3)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) saja

11. Disamping ini adalah benda bidang homogen, yang koordinat
titik beratnya adalah ....
A. (17, 15)
B. (17, 11)
C. (15, 11)
D. (15, 7)
E. (11, 7)

12. Kegiatan-kegiatan untuk mementukan titik berat sepotong
karton yang bentuknya tidak beraturan adalah
sebagai berikut …


1. menggantungkan karton beserta benang berbeban
di lubang A
2. menggantung karton beserta benang berbeban di
lubang B
3. membuat garis a melalui A berimpit dengan
benang berbeban
4. membuat garis b melalui B berimpit dengan
benang berbeban
5. menentukan titik berat karton yaitu titik potong
garis a dan b
Urutan kegiatan yang benar agar titik berat karton
dapat ditentukan adalah …
A. 1 , 2 , 3 , 4 , 5
B. 2 , 3 , 4 , 5 , 1
C. 3 , 4 , 5 , 1 , 2
D. 3 , 4 , 1 , 2 , 5
E. 2 , 4 , 1 , 3 ,5

13. Sebuah benda terapung pada suatu zat cair dengan 2/3 bagian benda itu tercelup. Bila massa jenis benda 0,6 gr cm3, maka massa jenis zat cair adalah....
A. 1.800 kg m3
B. 1.500 kg m3
C. 1.200 kg m3
D. 900 kg m3
E. 600 kg m3

14. Venturimeter adalah alat untuk mengukur…
a. Kekentalan fluida
b. Tekanan hidrostatis zat cair
c. Kecepatan fluida dalam pipa
d. Debit fluida yang melalui suatu penampang aliran
e. Volume gas

15. Sebuah tanki berisi air penuh dengan ketinggian 1 m. Tanki mengalami kebocoran 55 cm dari dasar yang luasnya 2 cm2. Besar debit air pertama kali keluar adalah ....
A. 0,4 liter/s
B. 0,6 liter/s
C. 0,8 liter/s
D. 1,2 liter/s
E. 1,5 liter/s

16.Suatu zat cair massa jenisnya 2,5 gram/cc,kedalamnya dimasukkan pipa kapiler secara tegak lurus. Sudut kontak yang terbentuk adalah 60o,,tegangan permukaan zat cair 0,5 N/m. Jika jari-jari pipa kapiler 1mm2,kenaikan zat cair di dalam pipa adalah ... .
a. 1 mm
b. 1,5 mm
c. 2 mm
d. 2,5 mm
e. 3,5 mm

17. Sebuah pipa U mula-mula berisi air, kemudian pada salah satu sisi diisi minyak setinggi 5 cm sehingga selisih permukaan pada kedua kaki 4 cm. Jika massa jenis air 1 gram/cc, massa jenis minyak adalah ... .
a. 400 gr/cc
b. 500 gr/cc
c. 600 gr/cc
d. 700 gr/cc
e. 800 gr /cc

18. Massa sesungguhnya suatu benda adalah 300 gram,jika dimasukkan kedalam air massanya menjadi 275 gram,jika dimasukkkan ke dalam zat cair lain mssanya menjadi 250 gram. Jika massa jenis air 1 gram/cc, massa jenis zat cair lain tersebut adalah ... .
a. 0,5 gram/ cc
b. 1,5 gram/cc
c. 2 gram / cc
d. 2,5 gram /cc
e. 3 gram / cc

19. Hubungan antara gaya permukaan, panjang permukaan dan tegangan permukaan adalah…
a. γ = L/F
b. γ = F/L
c. F = γ/ L
d. F = L/ γ
e. L =γ / F

20. Banyaknya fluida yang mengalir setiap waktu disebut ..
A debit B kecepatan C. tekanan D. gaya E.daya

21. Sebuah pipa dengan diameter 12 cm ujungnya menyem
pit dengan diameter 8 cm. Jika kecepatan aliran di
bagian pipa berdiameter besar adalah 10 cm/s, maka
kecepatan aliran di ujung yang kecil adalah …
A. 22,5 cm/s
B. 4,4 cm/s
C. 2,25 cm/s
D. 0,44 cm/s
E. 0,225 cm/s

22. Sebuah pipa mendatar mempunyai 2 macam luas penampang permukaan, masing- masing 200 m2 dan 100 mm2. Pada pipa mengalir arus dari penampang besar ke penampang kecil. Jika kecepatan aliran pada penampang besar 3 m/s dan tekanannya 105 N/m2, maka tekanan pada penampang kecil adalah ... .
a. 12,5 x 105 N/m
b. 12,5 x 104 N/m
c. 9,75 x 105 N/m
d. 8,65 x 104 N/m
e. 7,75 x 104 N/m

23. Seorang pasien diberi tranfusi darah seperti pada gambar. Jika diameter jarum 0,44 mm dan panjangnya 0,5 cm,sedang laju aliran yang dibutuhkan adalah 5 cc /menit,maka botol harus dinaikkan setinggi ... .
a. 1,0 cm
b. 1,5 cm
c. 2,0cm
d. 2,5 cm
e. 3,0 cm

24. Air mengalir pada Venturimeter seperti pada gambar berikut
Luas penampang pipa 18 cm2 dan 6 cm2. Beda ketinggian air pada pipa adalah 5 cm. Kecepatan aliran air pada venturimeter adalah ... .
a. 35 cm/s
b. 50 cm/s
c. 55 cm/s
d. 65 cm/s
e. 70 cm/s

25. Jika mesin kalor tetap mempertahankan kalornya maka proses yang dialami mesin adalah ….
a.isokhorik
b.isotermik
c.isobaric
d.isovolum
e.adiabatik

26. Sebuah ban mobil dipompa sampai tekanan 100 kPa pada suhu 20o C. Setelah berjalan 100km suhu udara dalam ban menjadi 40o C tekanan gas dalam ban sekarang adalah ....
a. 95 kPa
b. 100,5 kPa
c. 106,8 kPa
d. 110,8 kPa
e. 113,4kPa

27. Gas monoatomik memiliki ….derajat kebebasan
a.1 b.2 c.3 d.4 e.5

28. Jika konstanta Boltzman =1,38x10-23 J/K,maka energi kinetik sebuah atom helium pada suhu 27o C adalah ... Joule
a. 5,25 x 10-21
b. 6,21 x 10-21
c. 7,21 x 10-21
d. 7,35 x 10-21
e. 7,55 x 10-21

29. Partikel gas ideal mempunyai sifat seperti berikut kecuali
a. Tidak saling tarik menarik
b. Tidak mengikuti Hk Newton yang ke dua
c. tersebar merata ke seluruh ruangan
d. Bertumbukan lenting sempurna
e. Selalu bergerak acak

30.Jika volume gas ideal diperbesar 2x volume semula,ternyata energi dalamnya menjadi 4x semula,berarti tekanan gas tersebut menjadi ... kali semula
a. ¼ b. ½ c. 1 d. 2 e. 4

31. Dalam ruangan yang bervolume 40 liter terdapat 2 gram gas yang bertekanan 0,24x105 N/m. Kelajuan rata-rata( Vrms) partikel gas adalah ... .
a. 1000 m/s
b. 1100 m/s
c. 1200 m/s
d. 2400 m/s
e. 2500 m/s

32. Jika temperatur mutlak suatu gas ideal mula-mula 27 C dipanaskan sampai pada suhu 127 C maka kecepatan partikel-partikel gas itu menjadi ...kecepatan semula.
A. 1/9 kali D. 2 kali
B. 1/3 kali E. 9 kali
C. 3 kali

33. Dua mol gas monoatomik meningkatkan suhunya dari 300 K menjadi 400 K secara isobarik, besar kalor pada gas! ( R = 8,31 J/molK)
a. 4155 J b.5214 J c.6342 J d .7050 J e.8314 J

34.Perhatikan grafik hubungan tekanan (P) terhadap volume (V) gas berikut ini. Jika V1 = 100 cm3 dan usaha yang dilakukan gas dari keadaan (1) ke keadaan (2) adalah 40 joule, maka nilai V2 adalah …
A. 100 cm3
B. 200 cm3
C. 300 cm3
D. 400 cm3
E. 500 cm3

35. Sejumlah kalor sebesar 3000 J ditambahkan ke sistem dan dilakukan kerja pada sistem sebesar 2000 J. besar perubahan energi dalam sistem ....
a.1000 b.2000 c.2500 d.3000 e.5000

36. Perhatikan gambar berikut:

37. Mesin bekerja pada reservoir suhu tinggi 227oC dan suhu rendahnya 87oC,digunakan untuk pembuangan udara. Untuk memperoleh usaha sebesar 5.845 kJ ,kalor yang diperlukan adalah ... a. 15.750 kJ
b. 18.325 kJ
c. 20.350 kJ
d. 20.875kJ
e. 21.575 kJ

38. Sebuah mesin mempunyai efisiensi 40% jika bekerja pada reservoir suhu tinggi 800K. Agar efisiensi naik menjadi 50%, reservoir tinggi harus ditambahkan suhu ... .
a. 160 K
b. 170 K
c. 180 K
d. 210 K
e. 220 K

39. Mesin pendingin ruangan mempunyai daya 1000 watt,efisiensi 80%. Jika suhu ruangan -3oC da suhu udara luar 27oC,kalor maksimum yang diserap mesin pendingin selama 30 menit adalah ... Joule
a. 18x105
b. 20x105
c. 22,5x105
d. 162x105
e. 225x105
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Welcome

Selamat datang ke BOX saya
singgahlah
lihat-lihat apa saja hidangan yang ada dalamnya
mana tahu TUAN dan PUAN berkenan
ya download lah
terima kasih
Febrianto Ichigawa