Jumat, 27 November 2009

Naskah Buku Best Education Menjadi Pendidik Yang Hebat

Naskah Buku
Best Education
Menjadi Pendidik Yang Hebat

Ditulis oleh :
MARJOHAN M.Pd
Guru SMA Negeri 3 Batusangkar, Kab. Tanah Datar, SUMBAR
                                                                                                            

Kata Pengantar


Buku Best Education Menjadi Pendidik Yang Hebat adalah kompilasi artikel penulis yang pernah terbit pada surat kabar Sripo  (Sriwijaya Post), Haluan dan Singgalang. Tulisan ini berbicara tentang praktek edukasi dalam masyarakat, di rumah dan di sekolah. Tanpa disadari kadangkala anak didik terseret ke dalam praktek mal-edukasi dan kita perlu untuk segera mengatasinya.
Buku kecil ini perlu dibaca oleh para guru, orangtua, pelajar, mahasiswa dan siapa saja yang tertarik untuk memahami dunia pendidikan. Tentu saja dalam penulisan buku ini terdapat kesalahan di sana-sini. Saran- saran dan kritik yang membangun dapat disampaikan pada pnulis melalui e-mail marjohanusman@yahoo.com atau melalui mobile phone 085263537981. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari berbagai pihak.
                                                                                      Batusangkar, Desember 2009
                                                                                             Marjohan M.Pd

Daftar Isi
1.      Semangat Eksplorasi Dan Kualitas Pendidikan
2.      Bila Siswa Cerdas Enggan Jadi Guru
3.      Pola Belajar Siswa Cenderung Menunggu Komando Guru
4.      Orang tua Tanpa Konsep Pendidikan Cendrung Salah Didik

5. Panutan Dalam Otodidak
6.  Pustaka Sekolah Merupakan Gudang buku rongsokan
7. Bercermin Pada  Pendidikan Negara Lain
8. Mengoptimalkan Potensi Otak Untuk Pendidikan
9.  Suasana Pendidikan Di Rumah Yang Hiruk Pikuk
10. Peran Orang Tua Sebagai Pendidik Moral
11.  Pelajar Korban Gaya Hidup Hedonisme
12.  Membudayakan Penghargaan untuk Mendongkrak Motivasi Belajar Anak
13. Faktor-Faktor Penyebab “Karakter Ingin Jalan Pintas” di Kalangan Pelajar   
      dan Mahasiswa
14.  Sekolah Unggulan Jembatan Menuju PNS, Pengangguran Atau Wirausaha
15.  Saatnya Belajar Dengan Cara Yang Menyenangkan
16.  Mengapa SDM WNI Keturunan Lebih Tinggi
17.  Bila Media Televisi Kurang Memiliki Nilai Pendidikan
18.  Bila Bangsa Kita Kurang Diperhitungkan di Dunia
19.  Nilai Obralan Meruntuh Wibawa dan Kualitas Pendidikan
20. Prinsip Percepatan Pembelajaran Untuk Mengejar Ketertinggalan
21. Pentingnya Berjiwa Besar Bagi Guru
22.  Indonesia Berpotensi Lenyap Dari Peta Kesusasteraan Dunia
23. Buru-buru Ke Internet Untuk Tujuan Pendidikan atau Demoralized
24.  Pengembangan SDM Sedini Mungkin di Sekolah Dasar
25. Pendidikan Spiritual Yang Profesional Di Rumah
26.  Mendidik Anak Dengan Konsep Coba-Coba
27.  Internet Diserbu dan Perpustakaan Ditinggalkan
28.  Siswa Alergi Melihat Buku
29. Bila Bersekolah Hanya Untuk Untuk Mencari “Ranking Satu”.
30. Mendidik dan Membina Karakter Anak Sejak Dini
31. Pelajar Kurang Peduli  Terhadap Keselamatan Diri
32. Tuntutlah Semangat Kerja Keras Dari Korea
33. Mengoptimalkan Pendidikan Di Rumah
34. Apakah Pelajaran Matematika dan  Sains Memang Penting ?
35. Pengangguran Intelektual


1.      Semangat Eksplorasi Dan Kualitas Pendidikan

            Kata lain dari “eksplorasi” adalah menjelajah. Kegiatan eksplorasi tentu saja banyak dilakukan oleh petualang dan pengembara. Kisah –kisah mereka sangat menarik untuk dibaca dan didengar. Dalam pelajaran sejarah dan pelajaran ilmu sosial lain, kita telah mengenal berbagai “eksplorator hebat” melakukan petualangan atau pengembaraan keliling dunia. Vasco Da Gama, Magelhein dan Ferdinan De Lessep menjelajah lautan luas untuk memenuhi rasa ingin tahunya yang kemudian sangat bermanfaat bagi pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Yang lain seperti Ibnu Batutah menjelajah dan menemui negeri-negeri di benua Asia lewat jalan sutera. Imam Al Gazali juga melakukan penjelajahan, penjelajahan spiritual. Saat senggang ia melakukan perenungan dan menulis hingga melahirkan buku-buku, yang paling terkenal adalah seperti buku “Ihya Ulummiddin, Alcemy of Happiness, Ketajaman Mata Hati”, dan lain-lain. Kemudian Arkeolog Belanda, Dubois, juga melakukan penjelajahan hingga menemukan fossil-fossil manusia purba Indonesia di desa Trinil, Jawa Timur.
            Bagaimana kira-kira karakter dan pribadi dari penjelajah ulung seperti  “Vasco Da Gamma, Ferdinan De Lessep, Magelhein, Ibnu Batutah, Imam Al Gazali dan Dubois ? Apakah mereka mempunyai karakter yang cengeng, manja, mudah putus asa, suka mengeluh, suka membuang-buang waktu dan suka hidup dengan jalan pintas dengan motto “hidup santai masa depan cerah”?. Tentu saja tidak, karena pasti mereka mempunyai karakter yang positif, seperti suka bekerja keras, mempunyai pendirian yang teguh, percaya diri yang mantap, banyak wawasan dan pergaulan, serta semangat pantang mundur dan berjiwa besar.
            Kemudian bagaimana dengan karakter orang tua mereka sendiri ? Mereka pasti mempunyai orang tua yang juga mempunyai peran dan pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi mereka- mengembangkan semangat percaya diri dan berjiwa besar.  Karakter penjelajah yang telah menjadikannya sebagai orang hebat adalah karena karakternya yang kontras dengan karakter sebahagian anak-anak muda yang hidup di seputar kita, atau mungkin  karakter kita sendiri. Bagaimana karakter tersebut ? Karakter seperti senang memanjakan diri dan menghibur diri.
            Misalnya, kita sering malas berjalan kaki. Menempuh jarak setengah kilometer saja untuk pergi ke sekolah, ke kampus dan ke pasar, kita selalu mengandalkan sarana transport umum, seperti ojek. “wah aku letih kalau jalan kaki sendirian…, wah aku malu dilihat orang kalau berjalan sendirian..!” Kalau makan dalam suatu pesta, sebahagian masyarakat kita  cenderung memperlihatkan karakter boros, mengambil semua hidangan dan kemudian separoh jalan, berhenti makan dan membiarkan makanan yang dipersiapkan oleh tuan rumah dengan harga mahal terbuang sia-sia, pada hal mereka mengaku sebagai orang Islam dan sangat tahu bahwa “almubazirun ikhwanusy syaitan- sikap hidup mubazir adalah sahabat syeitan”. Lagi lagi mereka merasa malu kalau dalam pesta menghabiskan hidangan yang ada dalam piring.
            Karakter negative sebahagian masyarakat kita yang lain adalah merasa takut kalau berbeda dengan kebiasaan orang lain. Misal, risih dan malu kalau membaca di tempat umum, malu kalau disebut sebagai orang yang sok rajin- pokoknya malu kalau tampil berbeda dari yang lain. Karakter malu yang begini adalah sebagai karakter yang salah tempat. Yaitu rasa malu yang menghalangi diri untuk maju.
            Kemudian , karakter-karakter negative lain yang juga berkembang dalam masyarakat kita adalah seperti karakter terlalu betah banyak menonton hingga menghabiskan waktu selama berjam-jam di depan layar kaca untuk menonton sinetron, iklan sampai kepada hiburan musik. Juga karakter yang mudah puas menjadi konsumen dan karakter terlalu suka membalut diri dengan penuh kepalsuan. Sebagian orang suka pamer kemewahan lewat property yang disewa atau dipinjam dari orang lain “hidup susah tetapi penampilan seperti toko mas berjalan”..
            Diperkirakan bahwa karakter negative yang berkembang dalam masyarakat kita bisa jadi tumbuh sebagai dampak dari cara mendidik orang tua kita. Misalnya akibat dari kebiasaan orang tua yang miskin dengan nilai pendidikan. Tidak mengkondisikan anak untuk banyak melakukan hal-hal positif- pengalaman berkarya dan berorganisasi/ bersosial di rumah hingga akibatnya anak miskin dengan life skill. Begitu pula dengan pola mendidik orang tua yang tidak menumbuhkan budaya berdialog atau berkomunikasi di rumah. Dimana orang tua cuma pintar menyuruh dan memerintah sang anak semata. Karakter orang tua yang lain adalah sikap masa bodoh- laizzes faire- atas perkembangan kognitif, sikap dan keterampilan anak-anak mereka, dan tidak mewariskan semangat gemar bekerja keras dan sabar dalam menghadapi lika-liku kehidupan ini.
            Suatu ketika dalam tahun 1990-an, penulis berkenalan dengan teman-teman dari Perancis (Francoise Brouquisse, Louis Deharven, dan Anne Bedos). Buat apa mereka susah payah, berjalan jauh, menghabiskan waktu dan dana yang banyak ?. Mereka mengatakan bahwa mereka melakukan eksplorasi sambil holiday untuk tujuan sains dan ilmu pengetahuan. Untuk melakukan perjalanan jauh dari Perancis menuju pedalaman Sumatera (Sijunjung, Lintau dan Halaban) mereka melengkapi diri dengan peta topografi yang diperoleh dari museum Belanda tentang Indonesia, kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia- mereka juga mengenal dasar-dasar bahasa Cina dan bahasa negara lain yang berguna saat mengunjungi negara-negara tersebut. Juga mempersiapkan diri dalam bentuk menjaga kesehatan badan dan keuangan yang cukup.
            Di sela-sela waktu istirahat mereka melakukan dialog, membaca dan menulis tentang informasi dan pengalaman yang mereka peroleh dalam perjalanan. Waktu mereka sangat teragenda- terjadwal. Walau berasal dari negara moderen dan dari pusat fashion di dunia, Perancis, namun mereka tampil sangat sederhana dan sangat alami. Cara makan sangat Islami (walau mereka bukan beragama Islam)- makan tidak mubazir (menyisakan makanan). Mereka menyukai kulit orang Indonesia sementara sebagian orang Indonesia merasa minder dengan warna kulit sendiri dan sengaja mekai whitening untuk memutihkan kulit “pour quoi les gens ici aimerent a blanchir leur peau ?- mengapa orang orang disini suka memutihkan kulit ?
            Tentu saja juga banyak orang-orang Indonesia yang memiliki pribadi kuat dan semangat eksplorasi yang tinggi dalam berbagai bidang kehidupan- seni, ekonomi, social, budaya, dan agama. Kisah kisah sukses eksplorasi mereka- para tokoh- tentu dapat kita baca lewat autobiografi mereka atau cerita dari mulut ke mulut. Lantas bagaimana implikasi eksplorasi terhadap pendidikan ? Eksplorasi membuat seseorang lebih cerdas, berwawasan luas dan bermental tangguh. Ekslorasi tidak harus dengan melakukan perjalanan jauh, melintasi bukit dan gunung, menyeberangi lembah dan lautan.
            Bayi kecil yang merangkak dan mencari  sesuatu tanpa henti-hentinya adalah juga sedang melakukan eksplorasi. Seorang siswa Sekolah Dasar yang asyik membaca kisah pertualangan tak pernah merasa terusik oleh kehadiran orang sekitar juga sedang melakukan tamasya jiwa. Seorang remaja yang duduk dan menuliskan buah fikiran dan pengalaman berarti mencurahkan pengalaman eksplorasinya. Ibu rumah tangga senang menawar harga di berbagai toko juga berarti sedang melakukan eksplorasi harga, agar tidak terjebak dalam permainan harga oleh pemilik toko. Begitu pula dengan seorang calon sarjana (magister dan doctoral) yang bergerak dari satu pustaka ke pustaka yang lain dan mengunjungi berbagai lokasi juga melakukan eksplorasi atau melakukan pencarian. Bangun di tengah malam- bertahajut dan bertanya jawab dalam hati tentang bagaimana seorang hamba menjalani waktu dan mengadukannya pada Ilahi berarti sedang melakukan eksplorasi spiritual.
            Pendidikan kita mungkin miskin dengan semangat eksplorasi. Di beberapa sekolah Dasar ada kalanya para siswa seolah-olah di sekap dari pagi hingga siang dan disuguhi hafalan- hafalan, tugas-tugas dan larangan-larangan (mengebiri rasa ingin tahu anak) tanpa mengoptimalkan pengenalan dunia buku. Coba lihat begitu banyak Sekolah Perpustakaan tanpa Perpustakaan dan sebahagian mereka menganggap membaca sebagai sesuatu yang membosankan. Di bangku SMP. SMA, MA dan SMK banyak siswa yang terbelenggu dengan latihan-latihan dan PR-PR, mengolah soal-soal ujian agar nilai UN (Ujian Nasional) tinggi, tanpa diperkenalkan tentang pengalaman hidup- bagaimana cara berdagang, bertani, belayar, beternak, memasak makanan, menjadi pemimpin dalam masyarakat sehingga membuat mereka miskin dalam life skill (keterampilan nilai hidup).
            Kemudian saat studi di universitas para dosen cuma menyuguhi dengan ratusan teori, tugas-tugas akademik dan hafalan. Malah banyak gaya belajar mahasiswa ibarat siswa Sekolah dasar dan pelajar yang cuma tahu mencatat dan menghafal. Hingga mereka mencadi penghafal ulung namun miskin pengalaman langsung. Begitu tamat dari perguruan tinggi telah menjadikan mereka sebagai pemimpi ulung yang cuma pintar menunggu seleksi masuk PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau menjadi pegawai rendahan di kantor swasta dan BUMN lain.          
            Idealnya pendidikan kita tidak harus menghafal, menyelesakan soal soal ujian dan mengharapkan selembar ijazah atau sertifikat buat mencari kerja. Namun fenoma adalah banyak orang belajar dan kuliah cuma mengharapkan selembar ijazah. Banyak orang saat kuliah rajin ke perpustakaan, rajin baca buku, pergi kuliah dengan tas yang penuh berisi buku-buku. Namun begitu wisuda dan selesai kuliah maka semua buku disingkirkan dan memilih kesibukan dalam mencari gaya hidup yang lain- fashion, otomotif walau pun otomotif seken. Sehingga banyak yang mengaku sudah sarjana kembali menjadi melek huruf, melek ilmu pengetahuan dan gagap teknologi (gatek). Pembodohan diri dan kristalisasi (membekunya) ilmu pengetahuan bisa menjadi pemandangan. 
            Para pendidik (guru dan dosen) punya posisi penting untuk mendorong semangat eksplorasi anak didik mereka. Tentu saja para pendidik harus lebih cerdas-memiliki kepintaran berganda- lebih dahulu. Mereka harus melowongkan waktu di luar jam tatap muka untuk melakukan dialog yang berkualitas, mempunyai wawasan yang luas dan menerapkan metode belajar learning by doing, students centered, metode inkuiri, metode debat dan metode diskusi. Bukan metode ceramah melulu, menyuguhi materi hafalan dan menjawab soal soal UN melulu. Pendidik sangat patut menjadi model (berbuat untuk cerdas terlebih dahulu) dan menjadi fasilitator dan motivator.
            Orang tua harus pula cerdas karena mereka punya peran dalam mendidik anak- bukan orang tua ideal kalau cuma terlalu menyerahkan pendidikan anak pada sekolah. Orang tua punya peran strategis dalam mendidik anak dalam memanfaatkan waktu. Anak harus pintar belanjar dan pintar mengurus sendiri. Anak punya waktu untuk belajar dan menikmati hiburan dan ikut melakukan aktivitas social di rumah dan di lingkungan agar tidak kuper (kurang pergaulan) dan miskin pengalaman dan wawasan.
            Bagi mahasiswa, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi tidak punya arti kalau sikap mental tidak mendukung (susah berkomunikasi, takut mengambil resiko, takut mencoba) karena miskin eksplorasi (hingga miskin dengan pengalaman) maka ijazah sarjana yang diperoleh sangat bagus untuk di pajang saja di dinding rumah.
            Semangat eksplorasi untuk hal- hal yang positif sangat perlu dipertahankan. Eksplorasi telah membuat orang kaya dengan pengalaman langsung. Eksplorasi dapat dilakukan lewat menjelajah alam, kota, menjelajah berbagai  tempat- mengenal dan berhubungan dengan orang baru, tempat baru dan suasana baru. Orang orang yang gemar melakukan eksplorasi akan memiliki mental yang kuat dan pengalaman yang banyak. Pendidikan juga membutuhkan eksplorasi untuk membuat kualitas pendidikan yang dimiliki seseorang juga meningkat.

selanjutnya : http://penulisbatusangkar.blogspot.com/

Rabu, 25 November 2009

NILAI UH 2 KELAS XI.IA.2

1 9923875371 Satria Jaya Perkasa 96
2 9926338634 Wildan Rasyid 94
3 9936730584 Hanif Gusman 94
4 9936638335 Ulfa Novita 93
5 9938156311 Debi Adi Marta 93
6 9936730562 Hafid Rezando 92
7 9934095516 Nurhabiba Edriana 92
8 9926338625 Ardi Junius 90
9 9934096103 Alvin Pratama 90
10 9944411698 Adelita Febiola 89
11 9936730558 Ringga Rahmi Prima 88
12 9936730571 Indah Maydila Sandi 86
13 9938850052 Chyara Elisa Nofianti 85
14 9938156366 Muthya Harystha 85
15 9934096007 Hafda Putri Hibatul Wahdini 84
16 9935413372 Roni Saputra 82
17 9934096213 Okky Warman 79
18 9934239832 Rahmi Fitri 77
19 9936492410 Ranti 77
20 9934096263 Teguh Fragma Sakti 76
21 9935411634 Rolita Eka Pertiwi 75
22 9934096159 Fitra Alghazali 69
23 9934095981 Chusnul Chafis 54
24 9926338630 Dian Nofita Zalerti 0

NILAI UH 2 KELAS XI.IA

1 9938156278 Ijran Mayura 100
2 9926338627 M. Yogie Tri Prabowo 100
3 9936730579 Ade Yolanda Arifin 96
4 9934096248 Rizki Anugrah 96
5 9938850049 Ramadanil 94
6 00424 Hamdani Agusta Asri 92
7 9936492352 Puti Hasana Kasih 91
8 9926338631 Ferry Fernando 90
9 9934096874 Wahyu Rizki Azmi 90
10 9936730549 Rizki Hidayat 89
11 9926338626 Nuzula Muharrahmi 87
12 9936730570 Adelina Puteri Yudha 83
13 9936730585 Mohd. Abi Rafdi 82
14 9934096190 Mhd. Ridho Wahyudi 80
15 9934095747 Fitri Handayani 78
16 9936730561 Ridho Fraditya 77
17 9936730555 Dwi Putri Satya Suchi. D 76
18 9936730568 Ryando Perdana 76
19 9936730552 Haris Santika  75
20 9936730553 Rahmizakia Rifka 73
21 9947396348 Primananda Ayu Putri 69
22 9936730576 Rindang Azhari Rezky 60   

Jumat, 13 November 2009

Tausiah Pak Anto: NIAT UNTUK BERQURBAN

NIAT UNTUK BERQURBAN



!$¯RÎ) »oYø sÜôãr& t rOöqs3ø9$# ÇÊÈ Èe@|Ásù y7În/t Ï9 ö ptùU$#ur ÇËÈ cÎ) t¥ÏR$x© uqèd ç tIö/F{$# ÇÌÈ

1. Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

2. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah[1605].

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus[1606].



[1605] yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat Allah.

[1606] maksudnya terputus di sini ialah terputus dari rahmat Allah.



Dari kutipan ayat di atas, kita dapat menyadari bahwa berkurban adalah ibadah yang diperintahkan kepada kita. Berkurban berasal dari bahasa arab yang berarti mendekat kepada Allah. Tetapi arti tersebut diperluas menjadi penyembelihan hewan pada hari Tasyrik ( 10 – 13 Dzulhijjah ) bagi yang “mampu” untuk dibagikan kepada orang miskin. Kata mampu sengaja penulis tulis miring karena kata tersebut memiliki makna yang luas. Bahkan kita kadang-kadang masih ragu atau bingung, apakah kita tergolong mampu atau tidak. Banyak sekali orang menganggap bahwa dirinya tidak mampu karena tidak ada uang untuk berkurban. Tapi perlu kita sadari bahwa kita harus punya tekad atau niat untuk berkurban meskipun untuk tahun ini kita tidak punya uang untuk berkurban.

Menurut penulis, kita semua adalah orang mampu, bahkan orang miskin juga. Mengapa???. Coba kita pikirkan…berapa sich nilai uang terkecil saat ini..? misalkan saja Rp. 1000,- . Andai kata kita sisihkan uang kita sebesar Rp. 1000,- / hari maka uang tersimpan sebesar Rp 365.000,-/tahun. Biarlah untuk tahun ini kita tidak berkurban..tetapi kita bias berkurban berupa tenaga, pikiran dll… Tetapi dalam jangka 3 tahun kita sudah dapat melakukan kurban…1/7 ekor sapi Coba kita renungkan..! selama hidup kita sudah berapa kali kita berkurban?? Itu baru bagi si miskin ..apalagi kita yang sudah mampu…

Semoga dengan niat yang tulus untuk berkuban dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT..AAmiin…

Kamis, 05 November 2009

NILAI MID SEMESTER KELAS XII

No. N a m a Jumlah
Skor
Nilai
1 Rani Suharni 237 99
2 Renny Herwita 235 98
3 Qhasiya Rahmanisya.d. 233 97
4 Ikhwanul Wadudi 231 96
5 Afreymon Fajrin 229 95
6 Fatma Adiaty 228 95
7 Hilda Wahyuni 224 93
8 Rahayu Zulfa 220 92
9 Ummul Khair 219 91
10 Suci Rahma Putri 215 90
11 Fauzan Arisyi Koto 214 89
12 Rusydafahmiya Rifka 210 88
13 Wheni Ashria Ramadhani 207 86
14 Hamdi Anugrah 206 86
15 Satria Dhanthes 204 85
16 Agustina  196 82
17 Rahmat Hidayat Tarmizi 189 79
18 Ridho Ilahi 185 77
19 Riki Febriansyah 183 76
20 Rahmiwati 182 76
21 Farid Rizal 181 75
22 Istigfar Rahman 144 60
23 Afdhal 123 51

NILAI MID SEMESTER KELAS XII

No. N a m a Jumlah
Skor
Nilai
1 Digo Prima Kurniawan 233 97
2 Rany Novia Wardin 231 96
3 Rendi Rifano 227 95
4 Rinsya Wildesti 227 95
5 Okri Asfino Putra 223 93
6 Pebrika Yudha Putri 215 90
7 Yunnisa Mutiara Sari 215 90
8 Alan Budi Amin 214 89
9 Wilda Kurnia Putri 212 88
10 Githa Ayu Pagisha 208 87
11 Dio Yudistira Kurniawan 206 86
12 Rahmi Nelisa 206 86
13 Annizaf 204 85
14 Yovita Aprilya Putri 201 84
15 Trisna Wulandari 189 79
16 Gea Lukita Sari 186 78
17 Refnaldo 179 75
18 Andika Noveri Yendra 176 73
19 Gisca Clarisa Putri 176 73
20 Jayantie Rahmadhany 172 72
21 Rena Novalinda 162 68
22 Winda Roseriza 154 64
23 Dwifebriani Puteri Yudha 149 62

Rabu, 04 November 2009

NILAI MID SEMESTER KELAS XI.IA

No. N a m a Nilai
1 Ulfa Novita 97
2 Nurhabiba Edriana 96
3 Muthya Harystha 93
4 Indah Maydila Sandi 90
5 Teguh Fragma Sakti 90
6 Satria Jaya Perkasa 88
7 Adelita Febiola 86
8 Dian Nofita Zalerti 86
9 Hafda Putri Hibatul Wahdini 85
10 Roni Saputra 85
11 Chusnul Chafis 83
12 Alvin Pratama 83
13 Ranti 82
14 Okky Warman 81
15 Wildan Rasyid 79
16 Hanif Gusman 77
17 Ringga Rahmi Prima 76
18 Fitra Alghazali 72
19 Debi Adi Marta 71
20 Hafid Rezando 70
21 Chyara Elisa Nofianti 66
22 Rahmi Fitri 65
23 Rolita Eka Pertiwi 60
24 Ardi Junius 42

NILAI MID SEMESTER KELAS XI.IA

No. N a m a Nilai
1 M. Yogie Tri Prabowo 94
2 Puti Hasana Kasih 94
3 Sri Danti Firda Mila. N 92
4 Hamdani Agusta Asri 85
5 Ferry Fernando 84
6 Wahyu Rizki Azmi 82
7 Rika Rahmatil Fithri 82
8 Ade Yolanda Arifin 82
9 Dwi Putri Satya Suchi. D 80
10 Rizki Hidayat 80
11 Ryando Perdana 80
12 Mhd. Ridho Wahyudi 80
13 Ridho Fraditya 77
14 Nuzula Muharrahmi 75
15 Fitri Handayani 74
16 Mohd. Abi Rafdi 74
17 Haris Santika  74
18 Primananda Ayu Putri 72
19 Ramadanil 67
20 Rindang Azhari Rezky 64
21 Rizki Anugrah 64
22 Rahmizakia Rifka 64
23 Adelina Puteri Yudha 61
24 Ijran Mayura 40
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Welcome

Selamat datang ke BOX saya
singgahlah
lihat-lihat apa saja hidangan yang ada dalamnya
mana tahu TUAN dan PUAN berkenan
ya download lah
terima kasih
Febrianto Ichigawa